Items filtered by date: September 2015 - Indonesiaamanah

Indonesiaamanah.com- Memang poligami adalah sesuatu yang masih menjadi perdebatan khususnya bagi kalangan feminisme. Tetapi di Rusia justru berbeda memandang poligami. Kami kutipkan berita dari suaramerdeka.co :

Ketidak seimbangan populasi manusia antara lelaki dan perempuan yang terjadi di negara Rusia belakangan ini memuncul wacana untuk melegalkan pernikahan poligami atau memiliki dua pasangan wanita atau istri di Rusia.

Anggota parlemen Rusia, Vladimir Zhirinovsky merupakan orang yang pertama kali mengusulkan adanya Poligami di legalkan di Rusia. Untuk menghadapi ketidak seimbangan yang terjadi, bahkan gagasan ini telah dikemukakan juga oleh perdana mentri Rusia, Dmitry Medvedev.

Menurut Vladimir yang juga ketua Partai Demokrasi Liberal Rusia, wacana mengenai poligami sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan angka kelahiran. Lantaran saat ini Rusia tengah menghadapi minimnya hitungan kelahiran bayi, karena biaya hidup yang sangat tinggi maka masyarakatnya lebih memilih memiliki satu anak saja.

Bahkan untuk memberikan apresiasi Vladimir Zhirinovsky menyarankan kepada pemerintah Rusia untuk memberikan hadiah kepada keluarga yang mau melahirkan dua anak atau mau memiliki dua anak yang aman. Ketika melahirkan anak pertama akan mendapatkan hadiah 100.000 Rubel atau setara dengan 30 juta Rupiah dan untuk menghadiahi kelahiran anak kedua Vladimir mengharapkan pemerintah bisa memberikan hadiah sebesar 300.000 Rubel atau setara dengan 90 Juta Rupiah.

Namun rupanya wacana Poligami yang digagas oleh Vladimir Zhirinovsky hingga saat ini belum juga teralisasi saat ini Rusia masih memberlakukan pernikahan Monogami (satu suami dan satu istri ) dan entah apakah Rusia akan benar – benar memperlakukan Poligami sebagai aturan atau tidak.

Namun kabarnya banyak para warga Rusia yang saat ini tengah diam – diam memiliki dua istri atau menjalankan Poligami, karena takut diketahui Pemeritah banyak warga yang diam – diam dan berharap kebijakan Poligami benar – benar dilegalkan oleh Pemerintah.

Akibat dari tidak dilegalkannya Poligami di Rusia ini kini banyak wanita Rusia yang tidak memiliki suami dan bahkan kini banyak wanita Rusia yang justru mencari pria dari negara lain seperti Zhainan, Thailand dan juga Warna negara Taiwan, dll.

 

Indonesiaamanah.com- Darurat asap yang kini tengah melanda di Riau, memberikan inspirasi bagi salah satu profesor untuk menghadirkan alat hasil risetnya sebagai solusinya. Apa alat tersebut kami kutipkan ulasan beritanya yang kami kutip dari jpnn.com :

Dalam makalahnya, Dahril menjelaskan, bahwa mikroalga adalah sejenis mahluk hidup di air sebagai penghuni planet pertama di bumi.

Mikroalga adalah tumbuhan air yang berukuran sangat kecil (mikro) namun berperan sangat besar karena mampu merobah bahan an-organik menjadi bahan organik dengan bantuan cahaya matahari.

Tumbuhan ini juga penghasil oksigen (O2) pertama di dunia yang sangat penting bagi mahluk hidup, seperti hewan dan manusia untuk bernafas.

Tak hanya itu, alga juga berfungsi dalam membentuk lapisan ozon (O3). Artinya, tanaman ini sangat berperan melindungi bumi dari terpaan sinar ultraviolet cahaya matahari.

Mikroalga juga mampu menyerap bahan an-organik yang berasal dari berbagai limbah cair industri sekaligus menyerap emulsi karbondioksida (CO2) dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai proses pembakaran yang dapat mencemari udara.

Mikroalga juga mengandung bahan makanan berupa protein (60 persen), lemak (20 persen), karbohidrat (12), vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup, sehingga bisa digunakan sebagai makanan tambahan (supplement food) bagi manusia dan hewan.

''Jauh sebelum ada hewan dan manusia, alga ini sudah ada. Inilah tanaman yang sedang saya kembangkan. Penemuan ini kemudian saya namakan Dahril Bottle,'' katanya.

Dahril Bottle

Dahril Bottle adalah teknologi sederhana untuk mengatasi pengaruh asap di rumah-rumah. Cukup dengan memelihara mikroalga.

Dahril bottle bisa digunakan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Bisa ditempatkan di ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, di dapur dan lain sebagainya.

''Kadar proteinnya mencapai 60 persen sehingga bisa juga digunakan sebagai food suplement. Karena itu sangat cocok untuk dipelihara dalam setiap rumah tangga dan keluarga masyarakat dunia,'' terang Dahril.

Menurut Dahril, penemuannya ini bisa menjadi alat peraga dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah maupun di perguruan tinggi guna menerangkan asal muasal kehidupan di permukaan bumi yang berawal dari laut.

Selain itu juga bisa menjadi alat peraga bagi para mubaligh untuk menerangkan ayat-ayat kauniah berupa ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Air adalah sumber kehidupan, tanpa air tak akan ada kehidupan.

''Hal ini sangat bersesuaian dengan firman Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 30 yang artinya 'Dari air Kami jadikan sesuatu yang hidup','' terangnya.

Karena kegunaannya yang sangat luas dan dapat menjangkau ke seluruh pelosok dunia, maka peluang untuk disebarluaskan dalam pemakaiannya sangatlah memungkinkan. ''Tanggapan teman-teman dari luar negeri sangat luar biasa terutama dari Vietnam dan Malaysia,'' kata Dahril.

Saat ini wadah kultur mikro alga yang disebut Dahril Bottle, bersama dengan Saringan Dahril dan Dahril Solution yang berasal dari bahan kimia murni maupun dari limbah cair pabrik kelapa sawit, telah mengantongi hak paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak asasi Manusia, Republik Indonesia.

 

Indonesiaamanah.com- Coba cek resleting anda, akan ada tulisan YKK..nah untuk mengetahui hal itu kami kutipkan dari Merdeka.com:

Anda tentu tak asing dengan kata YKK di resleting Anda? Tiga huruf itu kerap tersemat di bagian penyambung sebuah celana, baju, jaket, bahkan tas. Sebenarnya apa sih artinya?

YKK ternyata merupakan merek resleting ternama asal Jepang. YKK merupakan kepanjangan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha, yang berarti PT. Yoshida Industri. Perusahaan ini didirikan oleh Tadao Yoshida di Tokyo, pada 1934.

Sebelum fokus menggarap resleting, perusahaan ini sebetulnya membuat produk bahan bangunan, dan mesin.

Perkembangan zaman yang ikut membawa cara berpakaian seseorang termasuk aksesorisnya, membuat sang pemilik, Tadao Yoshida memilih fokus memproduksi resleting dalam skala besar.

Hingga kini, tercatat PT Yoshida Industri mempunyai 132 anak perusahaan di 60 negara, termasuk di Indonesia. Dengan 672 pabrik yang dapat mengembangkan sayap perusahaan tersebut.

Di Indonesia, pabrik YKK Group salah satunya terletak di Cikarang, Jawa Barat. Salah satunya perusahaan resleting YKK Group Indonesia yakni YKK Zipper yang saat ini mempunyai dua pabrik di Cibitung dan Bekasi.

 

Indonesiaamanah.com- Ternyata sebutan haji hanya ada di Indonesia, nah bagaimana asal muasal sebutan tersebut hadir, berikut kami kutipkan dari Merdeka.com :

Sebagai Rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah merupakan impian umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun tahukah Anda, jika penyematan gelar 'haji' di depan nama seseorang hanya ada di Indonesia.

Seperti dikutip dari nu.or.id, Senin (14/9), arkeolog Islam Agus Sunyoto menjelaskan, penggunaan gelar 'haji' di depan nama seseorang muncul sejak tahun 1916. Penulis buku 'Atlas Wali Songo' itu menuturkan, saat itu pemerintah kolonial Belanda yang merasa bahwa setiap pemberontakan selalu didalangi oleh orang yang telah menunaikan haji, serta ulama-ulama dari pesantren.

Pemberontakan yang dipimpin oleh para 'haji' tersebut ternyata membuat kewalahan penjajah. Penjajah menuding para haji ini sebagai dalam pemberontakan.

"Tidak ada pemberontakan yang tidak melibatkan haji, terutama kiai haji dari pesantren-pesantren itu," ujar Agus.

Untuk memudahkan pengawasan, lanjut Agus, pemerintah kolonial mengeluarkan keputusan ordonansi haji. Keputusan itu mengharuskan setiap orang yang telah menunaikan Rukun Islam kelima itu wajib menggunakan gelar 'haji' di depan namanya.

"Untuk apa (ordonansi haji)? Supaya gampang mengawasi, intelijen, sejak 1916 itulah setiap orang Indonesia yang pulang dari luar negeri diberi gelar haji," ujar Agus.

 

Indonesiaamanah.com- Sedih membaca berita tentang kebenaran yang diungkap tetapi justru penderitaan yang di terima..bagaimana kisahnya kami kutipkan berita dari warabuana.com tentang seorang PNS dipecat karena mengungkap kasus korupsi.

Seorang PNS di lingkungan Kementerian Agama Pasuruan Jawa Timur bernama Mohammad Amin Tohari dipecat karena melaporkan adanya dugaan korupsi pembangunan gedung sarana pendidikan Islam.

"Saat ini status PNS sudah dipecat karena dalam substansi melaporkan adanya dugaan korupsi pembangunan sarana pendidikan Islam," demikian disampaikan Mohammad Amin Tohari dalam salinan suratnya yang diterima, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Tohari yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha ini menuturkan ketika melakukan aksinya menggowes sepeda kuno bersama puluhan santri dari Surabaya ke Jakarta bertemu Presiden Joko Widodo, Jaksa Agung, ketua Komnas HAM, Menteri PAN RB, Menteri Agama dan M Jasin mantan Komisioner KPK yang sekarang menjabat Inspektur Jenderal Kemnterian Agama untuk mencari keadilan.

"Sebagai pelapor dugaan korupsi pembangunan Gedung Mess Santri di Kementerian Agama Jawa Timur tahun 2013, sejujurnya dengan bersusah payah dan menempuh segala resiko saya beranikan diri bersama rekan saudara Suhadji melaporkan adanya dugaan korupsi di Kementerian Agama Jawa Timur kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," ujar dia.

"Sejujurnya sebagai pelapor kasus korupsi dari awal saya berkeyakinan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akan melindungi dan menyembunyikan identitas sata dan rekan saudara Suhadji mengingat saya dan rekan saudara Suhadji sebagai pelapor adalah juga PNS di Kementerian Agama. Entah kenapa saya dan rekan saudara Suhadji tidak mengerti sampai sekarang, identitas saya dan rekan saudara Suhadji sebagai pelapor bisa diketahui oleh atas dalam hal ini Kabag TU dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur yang saya duga seharusnya yang bertanggung atas dugaan korupsi pembangunan Gedung Mess santri di Kementerian Agama Jawa Timur tahun 2013," ujar dia menambahkan.

Akibat yang terjadi selanjutnya, sambung Tohari adalah kejadian pahit yang dialaminya yaitu dipecat dari PNS Kementerian Agama sedangkan rekannya Suhadji di mutasi dari Kasi di Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur pindah ke Kabupaten Sidoarjo. []

 

Indonesiaamanah.com- Bung Karno Presiden pertama Indonesia dan tokoh besar dunia ini teramat banyak inspirasi untuk melihat sisi kehidupannya..berikut salah satu kisahnya saat Bung Karno memelihara sepasang kambing di istana negara yang kami kutipkan dari VIVA.co.id

Bung Karno sejak lama dikenal sebagai seorang penyanyang binatang. Sering kali, sembari jalan pagi ia tak pernah lupa memberi makan rusa-rusa.

Dikutip dalam sebuah buku berjudul 'Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku, ada cerita menarik soal sayangnya Bung Karno dengan binatang. Namun ini bukan tentang rusa, tapi kambing.

Ya, sepasang kambing dari pemberian warga Swiss. Yang jantan dinamakan Bandot dan yang betina dinamakan Si Manis.

Cerita yang dituturkan ulang oleh Guntur, putra Sukarno ini cukup menggelitik. Karena Guntur menyampaikannya dalam gaya bertutur nan apik.

Guntur bercerita, bapak adalah seorang yang sangat halus perasaannya, hal ini terbukti pada rasa sayang dan cintanya pada binatang-binatang. Boleh dikata bapak hampir tak pernah menyakiti binatang-binatang misalnya lalat; nyamuk; burung-burung; apalagi hewan-hewan yang besar-besar.

Sampai-sampai nyamuk-nyamuk yang hinggap di kelambu tempat tidurnya tidak boleh dibunuhnya. Jangankan menyakiti atau membunuhnya, mengurung mereka dalam kurungan saja bapak tidak tega.

Oleh karena itu di Istana Merdeka dan Istana Negara boleh dikata tidak akan kita jumpai burung-burung hias dalam sangkar, paling banter adalah ikan-ikan dalam aquarium yang mendapatkan pelayanan dan servis luar biasa khususnya dari Bapak. Barangkali maksud Bapak agar ikan-ikan itu 'betah' tinggal di dalam rumah barunya dan agar tidak 'kekurangan' suatu apa.

Terhadap aku dan adik-adik selalu diingatkan agar tidak menyakiti binatang-binatang dan mengurung binatang. Aku dilarangnya menembak burung ataupun berburu binatang. Kalau sampai ketahuan aku menembak binatang uh, jangan tanya... bapak akan marah setinggi langit.

Berawal dari Filsafat

Pada salah satu hari ulang tahun Bapak, aku lupa ulang tahun yang ke berapa, kepala rumah tangga Istana Cipanas, Oom Burger, seorang warga negara Swiss yang sudah lama menetap di Indonesia memberikan hadiah pada bapak dua ekor kambing.

Kambing-kambing ini bukanlah jenis ras yang istimewa tetapi kambing-kambing yang biasa dipelihara oleh petani kita di desa-desa, seekor jantan dan seekor betina kira-kira berumur 2-3 bulan sedang lucu-lucunya. Yang betina aku lupa diberi nama apa oleh bapak, kalau tidak salah "Si Manis" sedangkan yang jantan Bapak beri nama "Si Bandot".

Waktu para kambing-kambing itu masih kecil mereka tidak menjadi masalah karena mereka belum doyan makan tanaman-tanaman hias dan kembang-kembang kesayangan bapak, akan tetapi setelah mereka menjadi dewasa, timbul kesulitan-kesulitan. Oleh karenanya kemudian Bapak menginstruksikan agar kepada mereka (kambing-kambing itu) diberi pengasuh-pengasuh khusus yang tugasnya menjaga agar tidak makan/merusak tanaman-tanaman hias ataupun kembang-kembang di halaman Istana.

Pengasuh kambing-kambing ini bernama Musli. Dan pertanggungan jawab atas sukses tidaknya proyek kambing ini dibebankan langsung oleh Bapak kepada wakil kepala tukang kebon Istana Merdeka dan negara yaitu Pak Hardjo kebon (di samping Pak Hardjo kebon ada juga pak Hardjo Jendral yaitu kepala Rumah Tangga Istana).

Ternyata dalam perkembangan selanjutnya si Bandot tambah-tambah saja merajalela merusak tanaman-tanaman di taman halaman istana, sampai pada suatu saat rupanya pengasuh kambing kehabisan akal buat menjinakkan si Bandot dan si Manis sehingga menghadaplah mereka-mereka itu tadi pada Bapak untuk mengadukan soal tersebut.

"Pak, kulo bade lapur perkawis soal Bandot ipun. (Pak, saya mau lapor soal Bandot).

"Yo... ono opo?? (ada apa)

"Bandot ini susah sekali kami atur, dia sekarang sudah besar jadi Musli kewalahan mengawasinya... apalagi larinya cepat sekali dan tanduknya sudah tumbuh kekar (diucapkan dalam bahasa Jawa dan pembicaraan dilakukan pada suatu sore hari ketika aku dan Bapak sedang duduk-duduk baca koran di beranda belakang Istana Merdeka).

"Yo... banjur piye? "(ya... lalu bagaimana?).

"Kalau kami boleh usul apa Bandot dan Manis boleh kami ikat saja agar jangan berkeliaran ke sana kemari? (selama ini Bapak melarang mengikat bandot dan Manis).

"Ojo!" (jangan).

"Lha... kados pundi Pak? Menapa mboten becik dipun sate kemawon Pak? Sampu lemu-lemu. (apa tidak lebih baik disate saja Pak, sudah gemuk-gemuk).

"Gendeng... kowe" (gila kamu). Mbuh carane piye pokoke ojo nganti mangani taneman! (Terserah caranya bagaimana pokoknya jangan sampai makan tanaman).

"Sendika... Pak." (siap... pak)

Guntur pun menimpali, "Pak diikat aja kenapa sih emangnya? Daripada tanaman bapak berantakan. Malu-maluin aja kalau ada tamu"

"Aku tidak tega. Kasihan. Dulu waktu Bapak disuruh angon kambing oleh eyang Kakung Almarhum, Bapak tidak pernah mengikat kambing-kambing itu. Capek-capek ya bapak turuti ke mana kambing-kambing itu pergi... sampai-sampai kaki Bapak lecet-lecet."

"Ya kalau gitu kan bapak nyiksa diri namanya."

"Logisnya begitulah, tapi dalam jiwa bapak tertanam filsafat "Ta Tvam Ash" atau "Tat Twam Asi". Pernah kau dengar filsafat itu?"

"Belum, apa artinya itu Pak?"

"Gampangnya begini artinya: aku adalah engkau; engkau adalah aku atau aku adalah kamu; kamu adalah aku. Jadi kalau aku sakiti dirimu; diri engkau; berarti aku sakiti diriku sendiri. Kalau aku buat dirimu senang berarti aku membuat diriku sendiri menjadi senang."

"Nah, karena inilah aku tidak tega menyuruh ikat Bandot dan Manis sebab aku akan merasa diriku sendiri menderita karena terikat. Filsafat ini baik: dan bisa kau jadikan salah satu pegangan buat hidupmu. Tidak ada gunanya kau hidup tanpa landasan filsafat."

Bandot Birahi

Mengenal Asal Usul Ajaran Soekarno, Marhaen

Di lain hari. Untuk beberapa waktu si Bandot dan Manis tidak lagi menimbulkan masalah yang serius, paling-paling hanya membuat Musli pengasuhnya lari-lari pontang-panting mencegah mereka makan atau merusak tanaman di halaman.

Namun persoalan mulai timbul lagi ketika si Bandot memasuki masa dewasanya sehingga sudah mulai ingin kawin dan juga ingin mencoba ketajaman ujung tanduknya yang tumbuh kekar.

Pada saat itu si Bandot benar-benar galak bukan alang-kepalang, setiap benda ia seruduk, mobil parkir ditanduknya; pohon-pohon besar diterjangi sehingga kulit batang-batangnya terkelupas.

Dan paling lucu bila kita (ma'af) nungging di depannya dengan (ma'af) pantat kita menghadap si Bandot secepat kilat ia akan mengejar dan menyeruduk kita karena kita disangkanya si Manis. (Saat itu si Bandot memang sedang hot-hotnya fall in love dengan Manis).

Pada suatu sore hari kira-kira jam 3 sore, sambil menunggu Bapak bangun dari tidur untuk selanjutnya jalan-jalan kontrol istana, seorang pengawal pribadi iseng-iseng menggoda si Bandot yang sedang asyik makan rumput dan sekeranjang sisa-sisa kulit pisang di halaman belakang istana Merdeka.

"Kak, si Bandot jangan digodain deh, nanti dianya ngamuk..."

"Ah, masa iya mas; apa betul kalau kita nungging di depannya diseruduk?!?

"Eeeee, nggak percaya. Bener kok!!!"

"Si Bandot lagi ngebet kawin. Pokoknya saya nggak tanggung lho kalau si bandot ngamuk!"

Maka menungginglah kakak pengawal tadi di sepan si bandot dan tiba-tiba... mbeeek!! Si Bandot melompat menyeruduk!!

Melihat hal itu kakak pengawal tadi cepat-cepat bangkit dan mengambil langkah seribu lari pontang-panting sambil dari belakang dikejar oleh si Bandot. Dari halaman belakang Istana Merdeka kakak pengawal itu lari ke depan menuju pos penjagaan di sayap kanan Istana Merdeka, dari bawah tergopoh-gopoh ia naik tangga yang penuh dengan pot-pot kembang antik ke ruang penjagaan di sebelah atas dengan di belakangnya dikuntit terus oleh si bandot.

Begitu sang pengawal tadi berkelit ke kiri dan langsung bersembunyi di W.C. penjagaan, maka di belakangnya si Bandot menghujami salah satu dari 10 buah pot antik yang berderet rapi di tangga itu hingga berantakan.

Akibatnya si bandot berhenti mengejar dan berdiri termangu-mangu karena kepalanya puyeng (mungkin juga berkunang-kunang).

Dari belakang aku datang berlari-lari dengan Musli sang pengasuh si Bandot sambil masing-masing membawa segenggam kulit pisang untuk si Bandot.

"Eeeeesysy. Sabar Dot! Sabar, sing sabar nya, ieu akang Musli aya di dieu... entong ngambek; tong ngambek... engke di bare kueh nya ku akang... eisysy... mbeeeek... mbeeek. (sabar... Dot, ini ada kak Musli, nanti saya kasih kue).

Akibat soal ini terpaksalah proyek officer dan pengasuh para kambing menghadap Bapak di beranda depan kamar tidur, setelah bapak bangun tidur sore untuk melaporkan kejadian tadi, terutama soal pot kembang antik yang hancur berkeping-keping.

"Pak... kulo ada laporaan... (Pak saya mau laporan).

"Ono opo Djo? (ada apa Djo?)."

"Pot antik yang di tangga penjagaan depan pecah diseruduk si bandot Pak."

Dengan wajah merah padam Bapak melirik kepadaku dan berkata:

"Tok, kau setuju tidak kalau si Bandot kita sembelih saja buat sate??"

"Setuju sih setuju Pak. Tapi "Tat Twam Asi"nya gimana??"

(sambil menarik nafas panjang) Heeehhh... yo wis Djo... Tat Twam Asi... (ya sudah Djo... Tat Twam Asi)."

"Menopo... Pak??? (apa... pak??)."

"Wis gantine wae karo pot sing liya! (Sudah, ganti saja dengan pot yang lain)." "Hayo... rikat! (Hayo, cepat!)"

"Sendika, Pak!!! (Siap... Pak!!!)"

 

Indonesiaamanah.com- Purwakarta salah satu kabupaten di Jawa Barat memiliki aturan yang menarik untuk para abg dan remaja yang hobi pacaran hingga tengah malam. Apa aturan itu kami kutipka dari Rimanews

Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat membatasi waktu kunjungan pacar (wakuncar) bagi kelompok remaja di wilayahnya. Bila wakuncar lewat pukul 21.00 wib, urusannya berabe. Digerebek dan dikawinkan secara paksa.

Aturan kawin paksa efektifnya berlaku pekan ini. Aturan anyar kawin paksa yang dikeluarkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menuai sambutan beragam dimasyarakat. Demikian yang beredar di sejumlah sosial media, Kamis (3/9/2015).

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, tak main-main dengan kebijakannya tersebut. "Ini tak sekedar gertak sambal. Kawin paksa ini efektifnya berjalan September ini," ujarnya.

Aturan tersebut digulirkan guna mengurangi tindakan asusila yang mulai merebak di sejumlah wilayah termasuk Purwakarta. Selain itu, kebijakan tersebut juga sebagai respons dari kekhawatiran para orang tua, karena cukup banyak kasus remaja yang hamil di luar nikah.

Dedi meminta kades dan lurah mengawal kebijakannya itu dengan membuatkan payung hukum berupa perdes.

 

Indonesiaamanah.com- Di tengah sanksi FIFA terhadap sepakbola Indonesia, para pemain muda berbakat Indonesia akhirnya lebih memilih menjadi anggota TNI. Siapa saja mereka? berikut kami kutipkan berita dari detik.com :

Ravi Murdianto dinyatakan lulus dari tes tentara. Alhasil, eks penjaga gawang timnas U-19 itu kini memutuskan untuk menjadi anggota TNI.

Ravi lulus dari tes TNI bersama enam eks pemain timnas U-23. Mereka adalah Manahati Lestusen, Dimas Drajad, M Abduh Lestaluhu, Wawan Febriyanto, Ahmad Noviandani, dan Teguh Amirudin. Sebelumnya, Ravi telah menjalani tes TNI selama lebih dari 10 hari.

"Sebenarnya ada 17 pemain yang lulus. Enamnya dari pemain U-23," ujar Ravi ketika dihubungi, Senin (7/9).

Setelah dinyatakan lulus dari TNI, pemain asal Semarang itu akan menjalani pendidikan selama lima bulan lamanya. Ravi mengaku sudah siap.

Lalu bagaimana dengan persiapannya mengikuti latihan bersama tim Pra PON Jawa Tengah? Ravi menjawab: "Yang penting lulus dulu. Soal bagaimana nanti dibicarakan lagi."

Sebelumnya, Adam Alis sudah menyatakan mengundurkan diri dari tes TNI tersebut. Alasannya eks Persija Jakarta itu tengah mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan salah satu klub luar negeri.

 

Indonesiaamanah.com- Sahabat Amanah pasti saat ini anda sudah sangan akrab dengan tokel listrik. Nah ternyata token listrik itu disinyalir tak fair lo bagi konsumen. Bagaimana letak tak fairnya berikut kami kutipkan berita dari REPUBLIKA.CO.ID : 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta penerapan sistem token pulsa listrik dikaji lantaran ketersediaan yang minim dan harga yang yang lebih mahal karena biaya administrasi.

Rizal dalam rapat koordinasi tentang listrik di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (7/9), mencontohkan ada banyak keluarga yang masih memiliki anak yang harus belajar pukul 20.00, tapi pulsa listrik habis tiba-tiba dan kesulitan mencari pulsa tersebut.

"Masalah kedua, saat mereka beli pulsa Rp 100 ribu, listriknya hanya Rp 73 ribu. Kejam sekali itu 27 persen disedot oleh provider yang setengah mafia," katanya (7/9).

Menurut Rizal, dibandingkan dengan pulsa telepon yang sudah tersedia di mana-mana dan biaya administrasi yang tidak mahal, pulsa listrik dinilai benar-benar telah dimonopoli. "Kalau pulsa telepon, kita beli Rp 100 ribu, kita bayar Rp 95 ribu, itu uang muka kita istilahnya," katanya.

Menurut Rizal, rakyat diwajibkan menggunakan token pulsa listrik lantaran ada monopoli di perusahaan listrik itu pada masa lalu. Karena itu, ia meminta agar tidak boleh ada lagi monopoli sistem tarif listrik. Ia juga meminta agar biaya administrasi pulsa listrik maksimal hanya Rp 5.000 sehingga tidak memberatkan rakyat.

"Kami minta, pertama tidak boleh ada monopoli, jadi rakyat harus punya dua pilihan yaitu mau ikut meteran atau pulsa. Kedua, kalau pulsa Rp 100 ribu, maksimal biaya (administrasi) adalah Rp 5.000 sehingga dia membayar listrik Rp 95 ribu. Kami mohon ini segera dilakukan," katanya.

Menanggapi permintaan Rizal, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basyir mengatakan, pihaknya akan mengkaji penerapan sistem token pulsa untuk pembelian listrik itu.

Menurut dia, masyarakat miskin yang membeli token pulsa listrik memang lebih banyak kena biaya administrasi ketimbang listriknya sendiri.

"Masyarakat yang miskin sekali ini, untuk bayar yang Rp 100 ribu, mereka bisa bayar dua tiga kali. Misalnya, dia beli Rp 30 ribu, beli lagi Rp 20 ribu sehingga kadang-kadang harga pulsa sendiri termakan dengan biaya administrasi," katanya.

Atas pertimbangan tersebut, Sofyan mengatakan pihaknya akan mengkaji penerapan sistem token pulsa listrik. "Kami akan lakukan kajian dengan Menteri ESDM (Sudirman Said) juga dan saya pikir ini hal yang sangat urgent untuk kita antisipasi. Beban masyarakat akan semakin lebih ringan," katanya.

 

Indonesiaamanah.com- Menghadapi MEA Desember 2015 ini pelaku usaha Indonesia yang tergolong pribumi maupun lokal tidak perlu cemas atau rendah diri. Indonesia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara lain, selain itu produk buatan Indonesia dengan bahan baku dari Indonesia juga tidak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.

Yang perlu disiapkan dengan serius adalah memperbaiki kualitas produk, menyesuaikan harga jual, memperluas pemasaran, menjamin keamanan dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga moral yang baik dari pelaku usaha, yang dapat dituangkan dalam suatu aturan baku yang disebut QCDSM (quality, cost, delivery, safety and moral).

Gerakan Indonesia Amanah yang digagas oleh Bapak Muhammad Ikhlas Thamrin, SH memfasilitasi dan memprakarsai sistem belanja yang hanya memasarkan produk dalam negeri hasil riset para dosen di perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu produk yang dipasarkan adalah Coffera Mg yaitu adsorben herbal yang telah diperkaya dengan suatu logam yang sangat aman untuk dikonsumsi (foodgrade) hasil riset dari Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si, seorang peneliti dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hasil riset yang memperoleh Award di bidang kesehatan dari Hamengku Buwana Cup di tahun 1991 ini dikatakan mempunyai manfaat yang sangat luas antara lain untuk meningkatkan kualitas minyak goreng, menyaring radikal bebas pada asap rokok ataupun asap kendaraan bermotor, dan jika dikonsumsi dapat memberikan manfaat kesehatan yang sangat luar biasa.

Ani Setyopratiwi menjelaskan bahwa kerusakan minyak disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemanasan, penyinaran, adanya unsur logam dan protein, dan kontak langsung dengan udara. Dalam kaitannya dengan proses penggunaan minyak goreng untuk memasak, faktor panas sangat dominan dalam mempercepat kerusakan minyak.

Semakin tinggi suhu yang digunakan untuk memasak maka minyak tersebut semakin cepat rusak di mana ikatan rangkap pada asam lemak penyusun minyak dapat membentuk radikal bebas yang dapat memicu timbulnya kanker. Setelah terbentuk radikal bebas, terjadilah tahapan berikutnya yaitu propagasi radikal bebas untuk menambah jumlah radikal bebas semakin banyak.

Jika tahap ini sudah terjadi maka sifat fisik dari minyak goreng yang dapat diamati perubahannya adalah warnanya semakin gelap dan viskositasnya semakin tinggi, minyak semakin kental.

Untuk memperbaiki warna minyak dapat digunakan bleaching atau pemucat minyak antara lain ekstrak jeruk, ekstrak kulit pisang, ampas tebu dan hidrogen peroksida yang foodgrade. Peran dari bleaching adalah mengoksidasi senyawa yang warnanya gelap menjadi senyawa lain yang warnanya lebih terang. Proses pemucatan ini dapat membuat minyak seolah baru kembali namun perlu diketahui bahwa radikal bebas yang terbentuk sewaktu minyak dipanaskan masih tetap tidak hilang, berarti minyak sudah mengalami penurunan kualitas ditinjau dari segi kesehatan.

Dengan menggunakan Coffera Mg , radikal bebas diubah menjadi senyawa yang stabil dan tidak berbahaya sehingga minyak goreng bekas dapat digunakan kembali tanpa resiko kanker. Dalam kaitannya dengan kesehatan, coffera Mg memberikan manfaat pencegahan resiko kanker dari penggunaan minyak goreng yang sehat. Sedangkan dari segi ekonomi, coffera Mg dapat memperberbaiki kualitas minyak bekas dengan menghilangkan radikal bebas yang terbentuk.

Dengan demikian coffera Mg memberikan perlindungan kesehatan dan menjadikan penggunaan minyak goreng lebih irit.

Selanjutnya peneliti menjelaskan bahwa jika minyak goreng bekas berwarna sangat gelap maka minyak tersebut sudah tidak layak dikonsumsi karena antioksidan (yang melindungi minyak dari reaksi oksidasi dan membentuk radikal bebas) sudah hilang. Di dalam riset laboratorium, aktifitas antioksidan dapat ditunjukkan dengan Metode DPPH yang memberikan perubahan warna ungu menjadi kuning.

Produk Coffera Mg ini satu-satunya produk di dunia yang diproduksi di Indonesia. Gerakan Indonesia Amanah bersama Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si yang juga menjabat sebagai ketua HIPPI DIY, dengan mantap menyebarkan produk coffera Mg di pasaran.

Diharapkan pelaku usaha pribumi juga mulai meningkatkan kualitas produknya bahkan mencapai kualitas yang terbaik sehingga pemasaran lancar dan persaingan global tidak membuat pelaku bisnis pribumi menjadi galau.

Ingin dapatkan produk produk inovasi lainnya dari GIA segera kunjungi OMIND jaringan retail produk inovasi terbesar Indonesia di dekat anda

 

Tokoh

indonesiaamanah.com