Items filtered by date: August 2015 - Indonesiaamanah

Indonesiaamanah.com- Ternyata mantan presiden Soeharto dulunsaat masih berkuasa sering melakukan blusukan lo...hal ini terungkap dari pernyataan mantan ajudan sekaligus mantan Wakil Presiden bapak Try Sutrisno. Nah ayo kita bandingkan gaya blusukan mantan Presiden Soeharto dengan Presiden saat ini Jokowi sebagaimana kami kutip dari detik.com berikut ini :

Setiap Presiden punya gaya khas masing-masing dalam memimpin pemerintahannya. Begitu juga dengan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Salah satu gaya memimpin Soeharto adalah suka melakukan incognito atau menyamar. Hal itu dilakukan untuk memastikan program-program yang dicanangkan berjalan sesuai rencana.

Mantan ajudan Presiden Soeharto, Try Sutrisno berbagi cerita soal kebiasaan Presiden Soeharto dalam memimpin pemerintahan kala itu. Salah satunya menyamar untuk mendapatkan informasi-informasi langsung dari lapangan.

"Pak Harto ingin lihat langsung ke lapangan," ujar Try saat berbincang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ketika itu Soeharto hendak mengecek sejumlah program yang sedang gencar disosialisasikan oleh pemerintah. Soeharto ketika itu akan ke Jawa Tumur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Ke desa, lihat lurah bangun jam berapa, kerja jam berapa, petani lancar sampai dapat bibit," imbuh Wapres periode 1993-1998 ini.

Soeharto pun berpesan agar tidak perlu banyak orang yang tahu soal rencananya itu. Sehingga rombongan presiden pun hanya terbatas saat itu. "Pak Harto kalau incognito tidak mau merepotkan, tertutup. Pak Harto, ajudan saya, dokter, dan paspampres dan seorang sopir," jelas mantan Panglima ABRI ini.

Selama di perjalanan, rombongan tidak pernah bermalam di hotel maupun rumah kepala daerah tersebut. Soeharto lebih memilih tidur di rumah warga di pedesaan.

Bahkan untuk urusan logistik, Soeharto membawa bekal sendiri yang disiapkan oleh Ibu Tien. Ibu Tien selalu menyiapkan beras, sambal teri dan kering tempe.

"Tidak tidur di hotel atau rumah gubernur. Kalau kemaleman tidur di desa. Kalau terbuka, semua siap siap nanti. Palsu," ungkapnya.

Setelah pulang ke Jakarta, Presiden menggelar rapat kabinet. Presiden kemudian menerima laporan dari para pembantunya.

Soeharto sudah memegang data sendiri langsung dari lapangan. Sehingga tidak mungkin para menteri berani berbohong soal laprannya.

"Kalau dibohongi tahu, Ada petani belum dapat pupuk misalnya," kata Try.

 

Indonesiaamanah.com- Sebuah tulisan yang analitik dan mencerahkan tentang rahasia gojek yang hari ini sedang tren yang kami kutip dari strategimanajemen.net :

Kenapa Tukang Ojek di Gojek bisa Mendapatkan Income Hingga Rp 10 juta per Bulan?

Sejumlah media menulis kisah yang menggugah. Jika tekun menarik order, seorang tukang ojek di Gojek bisa mendapatkan income hingga Rp 10 juta per bulan.

Sebuan pencapaian yang sangat mengesankan. Terutama untuk profesi yang selama ini dianggap kelas pinggiran.

Kisah tentang Gojek adalah narasi tentang social innovation, keajaiban teknologi aplikasi, dan kejeniusan ilmu supply chain management.

Mari kita bedah satu demi satu dengan renyah di pagi hari ini.

Sejatinya GOJEK adalah perusahaan penyedia jasa transportasi yang berbasis pada kekuatan magis teknologi aplikasi. The power of Apps.

Salah satu sumber inefisiensi layanan tukang ojek adalah masa ngetem yang terlalu lama. Idle time kalau dalam bahasa supply chain management. Waktu kosong yang hilang sia-sia.

Gojek dengan kekuatan aplikasinya yang real time mampu memotong masa tunggu itu (ngetem untuk dapat order) dengan dramatis. Ribuan calon pelanggan yang telah mendownload aplikasi Gojek yang user friendly – dibuat untuk mudah melakukan pemesanan order pengiriman (entah jasa antar orang, dokumen atau barang).

Lantas ribuan order yang terkumpul itu, di-distribusikan oleh Gojek ke ribuan armadanya, yang berada pada titik paling dekat dengan yang memberi order, secara real time, seketika. Proses ini berlangsung secara kontinyu, real time.

Dengan proses sperti itulah, maka level produktivitas pengojek naik secara sangat signifikan. Dengan kekuatan ajaib aplikasi yang bersifat real time, masa tunggu pengojek bisa ditekan hingga nyaris titik nol.

Apa yang terjadi saat produktivitas naik secara dramatis. Otomatis, income juga bisa melesat ke level yang tak terbayangkan.

Just In Time Inventory. Ini adalah prinsip legendaris perusahan-perusahaan hebat Jepang seperti Toyota. Saat masa tunggu inventory bisa dibuat menjadi zero.

Dan persis prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh Gojek dengan kekuatan aplikasinya. Hasilnya adalah keajaiban : seorang tukang ojek bisa mendapat income 10 juta per bulan.

Gojek mungkin contoh keindahan inovasi sosial berbasis teknologi : bagaimana kekuatan aplikasi (digital apps) bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran (tukang ojek).

Ya, niatan untuk mengentaskan kemiskinan memang tidak diperoleh dengan demo, spanduk, rapat di gedung parlemen atau teriak-teriak di jalanan. Kekuatan sebuah aplikasi yang jenius acap jauh lebih powerful dari itu semua. This is the beauty of digital technology.

Namun inovasi sosial yang jenius dari Gojek ini mendapatkan tantangan dari dua kekuatan. Dan keduanya bisa menghancurkan bisnis Gojek.

Yang pertama adalah resistensi dari para tukang ojek pangkalan. Ini adalah potret muram dari proses inovasi teknologi : bagaimana kekuatan otak (kemudahan teknologi digital ) harus berhadapan dengan kekuatan otot yang enggan menerima proses perubahan zaman.

Dan kita tahu, pertempuran melawan kekuatan otot acap jauh lebih melelahkan dibanding harus bertarung melawan kekuatan otak.

Proses inovasi teknologi memang kadang justru gagal karena masyarakatnya sendiri secara sosiologis tidak siap menerima perubahan. Fenomena yang juga lazim terjadi dalam berbagai kisah perubahan korporat (corporate transformation process).

Status quo dan comfort zone kadang menjadi dua algojo yang acap sukses menjegal potensi kekuatan inovasi.

Kekuatan kedua yang juga bisa merobohkan bisnis Gojek datang dari rival yang tak kalah menggetarkan. Yakni Grab Bike. Perusahaan yang sama dengan Gojek, namun datang dari pengusaha Malaysia. Dan dengan dukungan modal hingga 2.5 triliun.

Dengan dukungan dana nyaris tak terbatas itu, Grab Bike langsung meletuskan amunisi peperangan. Mereka segera meluncurkan "predatory pricing war" : tarif promosi ojek Grab Bike hanya Rp 5 ribu kemana saja (tarif promosi Gojek 10 ribu, dan kini sudah naik ke 15 ribu).

Grab Bike juga memberikan upah ke pengojeknya 90% dari total order, sementara Gojek hanya 80%. Grab Bike juga memberikan program berangkat umroh kepada pengojeknya yang berprestasi (akhirnya tukang ojek juga bisa naik umroh. Bukan hanya tukang bubur).

Perlawanan keras dari Grab Bike itu segera membuat Gojek agak gentar. Pricing war yang berkepanjangan pada akhirnya bisa membuat keduanya malah bangkrut. Bisnis memang kadang brutal dan tak kenal ampun.

Kita tidak tahu apakah Gojek akan bisa mengatasi perlawanan dari dua dimensi yang berbeda itu dengan sukses (resistensi dari ojek pangkalan dan rivalitas bisnis dengan Grab Bike).

Btw, pendiri Gojek sendiri Nadiem Makarim bukan anak muda sembarangan. Pria muda Jakarta ini alumnus Harvard Business School (sekolah bisnis terbaik di muka bumi).

Dengan mudah Nadiem sebenarnya bisa melamar kerja di Wall Street dengan gaji puluhan ribu dollar per bulan. Namun ia memilih pulang ke tanah airnya, demi membangun bisnis yang memberdayakan kaum kelas pinggiran. Melalui kekuatan aplikasi digital.

Jajaran manajemen dan pendiri Gojek lainnya juga diisi oleh para alumnus dari sekolah bisnis hebat seperti University of Chicago. Dan rata-rata pernah bekerja di perusahaan kelas dunia.

Dari sisi kualitas, SDM yang menduduki peran kunci di Gojek sebenarnya setara dengan mutu SDM di perusaahaan top seperti Google, Microsoft ataupun IBM. Mereka secara kolektif adalah one of the best management brains di tanah air.

Saya sendiri berharap Gojek bisa berhasil dalam misinya. Mereka bertekad untuk merekrut puluhan ribu pengojek baru.

Mungkin Anda berminat juga? Lumayan kan kalau dapat 10 juta per bulan :) :) Daripada kerja lembur namun gaji hanya sekelas UMR :(

Jika bisnis Gojek berhasil, dampak mereka dalam memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran bisa sangat mengesankan.

Sekali lagi, itulah kekuatan social innovation yang berbasis pada kekuatan by HBO digital.

Welcome to Digital Innovation. Everyone is Invited.

 

Indonesiaamanah.com- "Buta Huruf dan Aksara Arab di Koin Indonesia"

Oleh Adkhilni M. Sidqi
(Aparatur Negara pada Kementerian Luar Negeri RI)

Coba perhatikan apa yang menarik dari koin Indonesia 25 sen tahun 1952 yang saya temukan di Damaskus ini?

Bagi saya, koin ini menyibak banyak hal dari masa lalu. Selain karena ukuran dan materialnya sangat mirip dengan koin Rp. 500 "bunga melati" tahun 2003, yang paling menarik dari koin ini adalah penggunaan aksara Arab pada koin Indonesia. Ternyata Indonesia pernah mencetak koin dengan tulisan Arab, yakni 1 sen (1952), 5 sen (1951—1954), 10 sen (1951—1954), dan 25 sen (1952). Setelah itu aksara Arab dalam mata uang Indonesia lenyap dan digantikan seluruhnya dengan huruf latin.

"Mengapa Indonesia menggunakan aksara Arab?" si penjual koin malah bertanya ke saya.

"Hmmm... mungkin karena sebagian besar rakyat Indonesia saat itu lebih familiar dengan tulisan Arab," jawab saya sekenanya, tapi malah jawaban itu balik menyerang saya dengan lebih banyak pertanyaan dalam kepala.

Sejak lama kita selalu dijejali data bahwa pada masa awal kemerdekaan, tingkat buta huruf di Indonesia mencapai lebih dari 90%! Bayangkan suatu bangsa yang menuntut kemerdekaan padahal hanya kurang dari 10% penduduknya yang bisa baca tulis. Bagaimana bangsa merdeka itu kelak bisa menjalankan pemerintahannya dan mengurus negaranya jika baca tulis saja tidak becus? Tidak heran salah satu perdebatan sengit di BPUPKI adalah bangsa ini belum siap untuk merdeka karena masih bodoh dan belum bisa baca tulis.

Namun tunggu dulu... sebetulnya bangsa Indonesia saat itu "buta huruf" atau buta huruf latin? Bagaimana dengan aksara Arab yang sudah lebih dulu dikenal oleh umat Islam di Indonesia? Atau bagaimana dengan aksara-aksara lokal Nusantara? Apakah mereka juga dijebloskan ke dalam 90% penduduk yang buta huruf itu? Saya teringat almarhumah nenek yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Beliau besar di lingkungan pesantren terbata-bata dan berat sekali membaca aksara latin, tapi sangat cepat dan ringan membaca tulisan Arab/Arab Melayu/Pegon. Apakah ia buta huruf?

Didorong oleh rasa penasaran, penemuan koin ini menuntun saya untuk menggali lebih dalam tentang sejarah aksara Arab Melayu/Jawi/Pegon. Sebelum masa kolonial, Arab Melayu/Jawi/Pegon ini luas digunakan sebagai bahasa sastra, bahasa pendidikan, dan bahasa resmi kerajaan se-Nusantara. Beberapa karya sastra ditulis dengan aksara ini, seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Amir Hamzah, Syair "Singapura Terbakar" karya Abdul Kadir Munsyi (1830), juga karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan tafsir Qur'an karya Kyai Saleh Darat juga ditulis dengan Arab Pegon yang kini sudah banyak dilupakan.

Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan, dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini. Kesultanan Pasai Aceh, Kerajaan Johor dan Malaka, Kesultanan Pattani pada abad 17, secara resmi menggunakan Arab Melayu sebagai aksara kerajaan. Termasuk juga dalam hubungan diplomatik, kerajaan-kerajaan Nusantara menggunakan aksara Arab Melayu untuk membuat perjanjian perjanjian resmi baik dengan Inggris, Portugis, maupun Belanda. Konon, deklarasi kemerdekaan Malaysia 1957 sebagian juga ditulis dalam aksara Arab Melayu.

Akan tetapi, pengaruh kuat dominasi kolonial Belanda lambat laun menggeser kejayaan aksara Arab Melayu/Pegon. Terlebih lagi pada pergantian abad ke-19, media penerbitan secara besar-besaran mencetak huruf latin sebagai media komunikasi massa. Pun juga setelah merdeka, Pemerintah Indonesia lebih memilih untuk melestarikan aksara latin dengan menyebut orang-orang yang sehari-hari menggunakan aksara Arab Melayu atau aksara daerah, tapi tidak bisa membaca huruf latin, sebagai "buta huruf."

Akhirnya, aksara sebagai rekaan bahasa tidak hanya memberi tanda dan makna, tetapi juga merupakan representasi kekuasaan yang dominan di masyarakat itu. Dan uang koin 25 sen ini merekam ini dengan sangat jelas.

Sumber: arrahmah.com

 

Indonesiaamanah.com: Saat bahaya rokok telah dikampanyekan dimana mana, hingga visualisasi bahaya rokok ada di setiap bungkus rokok, tetapi masih banyak perokok yang terus menjalani aktivitas merokoknya. Padahal jelas perokok benar benar terancam kesehatannya.

Hal inilah yang mendasari, GIA akhirnya merelease produk Inovasinya berkat kerjasama dengan periset UGM Dra. Ani Setyopratiwi,Msi yakni sebuah produk untuk menghilangkan paparan radikal bebas yang hal ini sangat berbahaya bagi para perokok.

Produk itu diberi nama ARECALES CIGARETTE. Berikut ulasan dan manfaatnya :

Ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang ROKOK, 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya.Oleh karena itu prioritas GIA adalah tetap mengedukasi bagi perokok agar menghentikan kebiasaan merokoknya dengan memberikan tips
berhenti merokok s3bagai berikut :

1.Niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok.
2.Belajar membenci rokok
3.Bergaullah dengan orang yang tidak merokok
4.Sering-sering pergi ke tempat yang ruangannya ber-AC
5.Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan
dengan rokok.
6.Jika ingin merokok, tundalah 10 menit lagi.
7.Beritau teman dan orang terdekat kalau kita ingin berhenti merokok.
8.Kurangi jumlah merokok sedikit demi sedikit.
9.Hilangkan kebiasaan Bengong atau menunggu.
10.Sering-seringlah pergi ke rumah sakit,agar tau pentingnya kesehatan.
11.Sambil berusaha berhenti merokok, karena terpaksa masih merokok Gunakan Pipa Rokok Arecales Cigarette karena mampu menghilangkan radikal bebas dari zat-zat berbahaya akibat pembakaran rokok.
12.Coba dan coba lagi jika masih gagal.

Dari tips berhenti merokok tersebut, GIA menghadirkan Arecales sebagai benteng terakhir untuk melindungi bagi perokok karena ARECALES diciptakan ntuk menghilangkan radikal bebas pada asap rokok.

Produk ini dapat menyerap, mengikat dan menguraikan radikal bebas pada asap rokok menjadi senyawa yang netral tanpa radikal bebas sehingga dapat mengurangi resiko kanker pada perokok dan yang menariknya tanpa mengubah rasa rokok itu sendiri.

MANFAAT:
Mengurai Radikal bebas pada asap rokok
Mengurangi resiko kanker akibat asap rokok
Menghilangkan efek negative asap rokok dari perokok pasif (orang disekitar perokok)
Nafas lebih longgar dan ringan,
Asap rokok menjadi lebih lembut.

INDIKATOR PENGGUNAAN ARECALES
1. Penggunaan maksimal pipa Arecales untuk 200 batang rokok
2. Batas kemampuan formula Arecales tergantung jenis rokok
3. Jika terdapat tanda-tanda seperti : Pipa sudah berat di hisap, ada cairan meleleh dari mulut pipa atau rasa rokok sudah pahit, artinya formula Arecales sudah harus diganti karena fungsi mengikat radikal bebas dan racun sudah penuh.

Nah saat membuka pipa arecales tersebutlah diharapkan perokok menyadari betapa kotornya formula yang ada di dalam Arecales...dan bayangkan jika kotornya formula tersebut ada di dalam paru paru kita. Jadi gunakanlah Arecales setiap ingin merokok!!

Lalu untuk mendapatkan produk ini dimana? Hanya ada di OMIND yakni jaringan retail produk inovasi terbesar Indonesia.

 

Indonesiaamanah.com- Bagaimana wajah Indonesia jika dilihat dari luar angkasa?Nah berikut kesan dari seorang Astronot yang menyaksikan Indonesia dari luar angkasa yang kami kutip dari VIVA.co.id :

Sebuah postingan yang menarik dan membuat senang warga Indonesia beredar di Twitter. Dalam postingan itu, seorang astronot asal Jepang, yang sedang berada di stasiun luar angkasa, memotret Indonesia.

Astronot bernama Kimia Yui itu mengambil gambar beberapa pulau Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Kalimantan, Jawa, dan Bali.

"Foto Indonesia. Negara yang sangat luas dan cantik, dengan banyak pulau. Saya ingin sekali mengunjungi negara yang cantik ini," ujar Kimiya Yui dalam akun Twitternya @astro_kimiya.

Sejak diposting di akun Twitternya, foto pulau Indonesia ini langsung di tweet ulang oleh 775 follower Yui. Bahkan sebanyak 1.330 follower memfavoritkannya.

Yui merupakan astronot asal Jepang yang baru saja tiba di stasiun luar angkasa (ISS). Dia berangkat sejak 22 Juli 2015 ke ISS sebagai bagian dari Ekspedisi 44/45 dengan menumpang roket Soyuz TMA-17M

Kehadiran Yui dianggap sangat membantu awak yang berada di ISS. Pasalnya, ia membawa pesawat suplai tanpa awak ke ISS, bernama Kounotori 5. Dia juga dinobatkan sebagai astronot Jepang pertama yang berhasil mengendalikan pesawat robot suplai itu.

Berangkat dari Tanegashima Space Center di Kagoshima pada 19 Agustus, kapal Kargo Kounotori 5 membawa makanan, komoditas harian, dan beberapa perangkat eksperiman, seberat 5,5 ton. Pada 25 Agustus, Kounotori 5 berhasil menempel di stasius luar angkasa berkat bantuan Yui.

Yui merupakan astronot Jepang ke-10 yang berhasil mendarat di luar angkasa.

Indonesiaamanah.com- berikut kami kutipkan sebuah tulisan yang inspiratif...dari sebuah group whatsap yang saat ini menyebar...dan entah siapa penulisnya...bagi penulisnya kami doakan agar senantiasa di rahmati oleh Nya...

Jadi...kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.

Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.

Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.

Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?

Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang pekat dengan logat China-nya. Ini saya baru tahu sekarang. Menurut dia, ada dua pendekatan besar dalam dunia teknologi komputer.

Pendekatan pertama, adalah golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.

Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.

Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google.

Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.

Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting "Terhubung dengan internet".

Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.

Wah, ini hal yang sangat menarik dan membuka mata saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan saya itu. Lalu tiba-tiba saya terfikir tentang sesuatu.

"You know what," Saya sampaikan padanya, bahwa saya teringat tentang sebuah wejangan yang hampir analog dengan cerita dia barusan.

Sepertinya, saya tahu bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari.

Rekan saya itu tertarik dan bertanya, bagaimana caranya?

Saya katakan padanya. Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.
Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.

Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa pasal? Perhitungannya luar biasa kompleks.

Maka sebaiknya, kita tiru google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Saya jadi teringat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. "istirahatkan dirimu dari tadbir" kata Sang Bijak Ibnu Athoillah.

Apa itu tadbir? Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.

Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server –meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya– yang mengaturnya.

Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu "network", koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Sang Maha Server. Dzikrullah.

 

Indonesiaamanah.com- Merebaknya angka perceraian suami istri akhir akhir ini memang banyak faktor yang melatarbelakanginya. Berikut kami kutipkan wawancara seorang presenter dengan seorang perempuan yang telah menikah sebagaimana diceritakan oleh Ust.Fairuz Ahmad :

"Kisah seorang istri yang bisa membuat suaminya tergila-gila padanya.."

Seorang Ayah bercerita pd anak perempuannya,
Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab :
"Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri
ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta !
Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !
Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.
Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami."

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:
"Lantas apakah ‪#rahasia‬ nya..?"

Wanita itu menjawab:
"Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf.
Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu."

"Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?" tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:
"Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.
Setelah ia tenang, aku katakan padanya;

'Apakah sudah selesai?'

Selanjutnya aku keluar....
Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.
Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku."

"Apa yang Anda lakukan?
Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?" tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :
"Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda.
Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya."

"Lalu apa yang Anda lakukan..?" tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:
"Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.
Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya."

"Apakah Anda marah padanya..?" ucap presenter dengan muka takjub.

‪#Wanita‬ itu berkata:
"Tidak...
Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut."

"Dan Anda mempercayainya..?" ujar sang presenter.
Wanita itu menjawab :
"Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.

Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?"

"Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?" potong sang presenter.

"Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.
Dan sejatinya antara ‪#suami‬ ‪#istri‬ sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.
Harga diri apa lagi..?!!
Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!"

 

Indonesiaamanah.com- Meroketnya dolar atas rupiah beberapa hari terakhir ini menyebabkan banyak kecemasan. Cemas karena harga harga naik, maraknya PHK sampai pada ancaman bangkrutnya perusahaan.

Berikut ada artikel yang menarik, ditulis oleh Paulus Bambang W. Santoso seorang Presdir United Tractors&Astra Group :

Optimisme mendadak terhenti. Pesimisme mulai bersemi. Itulah situasi yang sedang kita hadapi di ekonomi riil bangsa kita. Euforia Konferensi Asia Afrika dengan gemelegar pidato dan acara seakan menjadi penyejuk sejenak untuk mengobati kepenatan masyarakat, termasuk para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir disini.

Bayangkan, ditengah optimisme politik Asia Afrika, bayangan kemuraman ekonomi semakin nyata. Tidak dapat disangkal lagi, semua sedang menghadapi krisis perekonomian yang tak mudah dicari obatnya.

China, sebagai penggerak ekonomi Asia, semakin terpuruk dengan tingkat pertumbuhan hanya sekitar 7 persen mendampingi indeks manufaktur yang sudah dibawah 50 sebagai titik nadir pertumbuhan. Afrika Selatan sebagai anggota BRICS juga tidak bisa diharapkan menjadi pendorong kelompok Afrika. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Kuartal 1 tahun 2015, mengikuti trend penurunan sejak kuartal 4 tahun 2014, semakin menunjukkan gejala LAMPU ORANYE (SIAGA DAN WASPADA). Artinya sudah melampaui LAMPU KUNING (HATI HATI) tapi belum sampai ke LAMPU MERAH (BAHAYA).

Sektor Makanan dan Minuman sudah turun 10 persen mendampingi sektor lain yang selama ini jadi andalan ekonomi domestik. Kelesuan ini sangat dirasa, bahkan banyak pengusaha resto maupun rumah makan kecil sudah merasakan dampaknya secara nyata. Pengunjung sepi. Kalau mall masih ramai, hanya untuk sarana rekreasi dengan belanja seadanya. Banyak yg menahan diri untuk berbelanja. Itu sebabnya banyak pengusaha yang mulai jor-jor-an obral diskon.

Saya bukan bermaksud menjadi ekonom, untuk menakut nakuti anda. Tapi paragraf awal ini hanya gambaran sederhana untuk menunjukkan kondisi perekonomian dunia dan kita sedang menuju perlambatan yang semakin cepat.

Nah, ini yang saya mau bagikan. Bukan soal bagaimana membuat ekonomi bergairah tapi bagaimana mempersiapkan diri agar kita tetap bisa SURVIVE kalau krisis tejadi.

Prinsipnya sederhana saja : kita harus mengatur keuangan kita, sehingga 'KALAU EKONOMI TAMBAH BURUK, KITA MENJADI ORANG TERAKHIR YANG TERKENA DAMPAK, TAPI KALAU EKONOMI MEMBAIK KITA MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATINYA'.

Bagaimana strateginya ?

Pertama, perketat PENGELUARAN anda. Tunda yang tidak perlu, kurangi yang perlu, batalkan yang hanya berupa keinginan.

Dalam kondisi sulit, pendapatan akan semakin sulit bertambah, itu sebabnya yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga adalah mengurangi pengeluaran.

Caranya : matikan lampu yg boros, kurangi jajan diluar, stop shopping walaupun diskon yang ditawarkan menggiurkan.

Kedua, lunasi HUTANG anda secepatnya, apalagi hutang dengan menggunakan kartu kredit. Ingat dalam kondisi krisis, bunga hutang akan membunuh anda pelan pelan karena orang yg berhutang akan menjadi budak orang yg menghutanginya.

Ketiga, alokasi TABUNGAN anda ke sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, entah itu unit link, deposito, saham, tanah, property, mata uang asing.

Keempat, berani CUT LOSS kalau investasi anda sudah menurun misalnya property atau saham kalau itu didanai dengan hutang bank apalagi kartu kredit.Keyakinan akan lebih baik, lebih untung, hanya ada ketika ekonomi tumbuh baik. Ini menyebabkan banyak orang berani berhutang untuk spekulasi. Sebaiknya dalam kondisi lampu oranye, konsep itu segea diamputasi.

Kelima, ini yg terakhir tapi paling penting. Jangan paranoid, jangan panik tapi tetap optimis walapun waspada. Perbanyak CASH dan tabungan LIKUID anda, karena ketika kondisi semakin memburuk anda bisa membeli asset dengan harga sangat miring, orang yg BU alias BUTUH UANG akan mendiskonto dengan besar. Kesempatan bagi anda memiliki assets produktif dengn harga 'murah'.

Itu sebabnya saya sering berujar, dalam kondisi sulit CASH IS KING, dalam kondisi resesi CASH IS CAESAR.

 

Indonesiaamanah.com- Gerakan Indonesja Amanah (GIA) kembali hadir dengan produk inovasinya. Setelah sebelumnya mereleas produk inovasi pertama yakni air minum amanah pertama di Indonesia yakni air ber pH 8+ dan ber TDS dibawah 10ppm, lalu produk Inovasi kedua yakni CN Max yakni kapsul penjerap radikal bebas dan pencegah kanker, kali ini GIA akan meluncurkan produk inovasi ketiganya yakni : COFERA MG.

Apa itu COFERA MG, Berikut ulasannya :

BAHAYA MINYAK JELANTAH
Meski sebenarnya minyak jelantah dapat diolah kembali melalui proses filterisasi, sehingga warnanya kembali jernih dan seolah seperti minyak goreng baru, namun kandungannya tetap mengalami kerusakan sehingga tidak baik bagi tubuh. Minyak goreng yang belum digunakan tersusun atas asam lemak tidak jenuh atau asam lemak yang mengandung ikatan rangkap. Derajat ketidakjenuhan minyak berkurang seiring bertambahnya suhu, bahkan minyak goreng yang telah mengalami pemanasan menyebabkan rantai-rantai asam lemak putus menjadi radikal-radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu penyakit kanker.

Kebiasaan menggoreng yang dilakukan di rumah ataupun di luar rumah terkadang kurang memperhatikan dampak kesehatan. Biasanya kualitas minyak hanya ditentukan dari sifat fisik yaitu kejernihan dan warna minyak, padahal sifat kimia minyak justru lebih penting karena jika sifat kimia ini tidak lagi sesuai dengan standar minyak yang disepakati secara internasional maka minyak dianggap tidak sehat. Radikal bebas adalah senyawa berbahaya yang dihasilkan dari minyak yang dipanaskan pada suhu penggorengan, yang dapat memicu munculnya resiko kanker. Untuk menghilangkan radikal bebas pada minyak bekas yang warna dan kejernihannya masih baik (tidak jauh berbeda dengan minyak baru) diciptakan produk yakni COFERA MG yang merupakan hasil riset periset UGM yakni ibu Dra. ANI Setyopratiwi, Msi. Produk ini dapat memucatkan warna minyak dan menguraikan radikal bebas pada minyak goreng bekas sehingga minyak dapat digunakan kembali. Manfaat yang diperoleh adalah : minyak tetap encer, warna cerah dan tidak mengandung radikal bebas.

MANFAAT COFERA MG
1.Kualitas minyak goreng menjadi sehat dan terbebas dari efek radikal bebas seperti resiko kanker (dibuktikan di dokumen hasil uji lab BATAN)
2.Menghemat pengeluaran minyak goreng karena 1 sachet utk 1 x 4 ltr dan bisa digunakan 4x pengulangan, sama halnya mengemat 16 liter Minyak Goreng.
3.Minyak goreng tetap encer dan cerah.
4.Menghilangkan radikal bebas akibat pemanasan Minyak Goreng.

Nah tertarik dengan Produk Inovasi GIA yang ketiga ini?
Dapatkan hanya di jaringan omind jaringan retail produk inovasi terbesar di Indonesia.

 

Indonesiaamanah.com- Baru saja kita sama-sama melewati dan merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 70 dengan berbagai lomba dan sukacita . Namun pada kemerdekaan kali ini kita dihadapkan pada kenyataan yang begitu perih nan pilu, rupiah tak mampu merdeka dari dolar. Ya, sudah lebih dari 3 bulan terakhir ini, Dolar pelan namun pasti melumpuhkan dan mebuat keok rupiah. inilah posisi rupiah yang paling lemah dalam 17 tahun terakhir. Dan kondisi ini menurut ahli ekonomi masih akan terus berlanjut kedepan.

Sampai dengan Sabtu 15 Agustus lalu rupiah di tutup dengan angka 13.630. Bahkan sampai dengan saya menulis ini rupiah berada di level 13.930. Bagi Anda yang berkeja dengan gaji dolar ataupun Anda yang menyimpan dolar, bisa jadi saat ini adalah moment yang tepat bagi Anda untuk merayakan kemenangan, dengan berinvestasi yang sebanyak-banyaknya. Dan bagi Anda yang bergaji rupiah, ada baiknya Anda mengurungkan liburan Anda ke Eropa. Hehe..

Memang kondisi ini tidak hanya di alami oleh Indonesia saja, di beberapa negara Asia ( Malaysia, Singapura dan Korea ) pun tidak luput dari serangan dolar. Ada beragam analisa dari para ahli ekonomi negeri ini yang menguraikan kenapa rupiah semakin melemah dan dolar semakin menguat. Mulai dari perekonomian Amerika yang semakin membaik semenjak 2 tahun terakhir, dan kebijakan fiscal yang diambil oleh Bank Sentral Amerika ( the fed ) sehingga merugikan mata uang global. Sampai pada lemahnya kinerja Pemerintahan di sektor ekonomi yang ditandai dengan serapan anggaran belanja Negara dan pembangunan yang melambat. Sampai akhirnya di lakukan reshufle kabinet di bidang ekonomi pun tetap juga tidak juga membuat stabil pasar.

Namun apapun kondisinya tentunya tulisan kali ini kita tidak akan membahas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan melemahnya rupiah terhadap dolar. Biarkan para ahli ekonomi dan pemimpin negeri ini melakukan kajian untuk mencari jalan keluarnya. Tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai dampak menguatnya dolar terhadap nasib tenaga kerja Indonesia dan apa yang perlu kita lakukan untuk menghadapi dari masa-masa sulit ini.

Saat ini dengan greenback ( sebutan untuk dolar Amerika ) yang semakin melejit tentunya tidak bisa dianggap enteng. Faktanya di Indonesia saat ini berdasarkan data dari Kementrian Keuangan RI dalam laporan APBNP Final 2015 bahwa sektor industri non migas adalah sektor terbesar penyumbang pendapatan Negara sebesar 629,8 T atau setara dengan 49% dari total keseluruhan Pendapatan Negara dari sektor pajak. Di sektor non migas, penyumbang terbesar adalah industri manufaktur, dan parahnya hampir 60% industri manufaktur di Indonesia menggunakan bahan baku impor. Alhasil kondisi ini tentunya akan memaksa industri untuk menekan production cost dan menaikan harga jual. Sudah bisa di tebak ujung-ujungnya akan membuat kondisi dilematis bagi dunia industri.

Langkah yang paling mudah dilakukan bagi dunia industri untuk menekan biaya produksi adalah efisiensi, dan efisiensi yang bisa dilakukan adalah dengan menekan faktor terbesar dari item operational expenditure ( Opex ) di anggaran perusahaan, seperti energi ( listrik, bahan bakar minyak/gas, air ), yang kedua adalah biaya bahan baku ( raw material ) yaitu dengan cara mengurangi pembelian bahan baku, sementara bahan baku yang ada masih menumpuk karena rendahnya order dan tentunya ini semakin membuat sulit, dan yang ketiga adalah biaya tenaga kerja. Untuk biaya tenaga kerja yang dapat dilakukan yang pertama kali adalah dengan menekan adanya additional cost seperti lembur dan biaya-biaya lainnya yang tidak mendukung produktifitas.

Langkah lainnya yang berhubungan dengan tenaga kerja adalah peningkatan produktifitas dan utilisasi. Diharapkan tenaga kerja mampu mengerjakan end to end process dan untuk itu kompetensi yang dibutuhkan adalah multitasking sehingga dapat mendukung efisiensi, serta mampu menggunakan teknologi mutakhir, meskipun investasi teknologi juga bukan barang yang murah. Sehingga pada akirnya apabila dolar makin terus bergerak naik, industri akan melakukan langkah terakhir yaitu pengurangan tenaga kerja. Dan ini kita harapkan tidak terjadi.

Baru-baru ini juga kita saksikan para pedagang daging berdemo karena harga daging melonjak drastis dikarenakan daging sapi yang langka. Kemudian di susul pedagang ayam pun juga berdemo karena harga ayam juga tidak mau kalah dengan harga daging. Dan ternyata bukan hanya daging dan ayam yang naik, telur, gula pasir, dan cabai pun ikut naik. Kalau pun tidak harga masih fluktuatif di pasar. Tentunya ini menjadi tambahan beban bagi pekerja golongan UMK. Sudah daya beli pas-pasan ditambah dengan harga kebutuhan yang naik semakin lengkaplah penderitaan yang ada.

Saat ini berdasarkan data dari BPS jumlah angkatan kerja di Indonesia diperkirakan ada 125,3 juta. Dari jumlah angkatan kerja ini sebagian besar di dominasi oleh lulusan SD ke bawah sebanyak 52 juta atau sebesar 47,27%, kemudian SMP sebanyak 20,46 juta atau 18,6 %, SLTA dan sederajat sebanyak 27,82 juta atau 25,29%, Diploma sebanyak 2,9 juta atau 2,63%, dan lulusan Universitas sebanyak 7,57 juta atau 6,88%. Di perusahaan terutama manufaktur secara demografi berdasarkan pendidikan pun mayoritas di dominasi oleh SLTA ke bawah dengan level operator.
Tentunya dengan melihat fakta-fakta diatas, bahwa yang akan terkena dampak terbesar dari kondisi naiknya dolar dan himpitan harga kebutuhan pokok yang melambung serta badai yang melanda dunia industri adalah tenaga operator. Meskipun dalam situasi seperti ini siapapun itu mulai dari level operator sampai pengusaha pastinya tidak aman.

Untuk menghadapi kondisi buruk karena di beberpa Bank telah melakukan stress test ( sebuah test untuk menguji kesiapan Bank menghadapi kurs dolar di angka 15.000 sampai 16.000 ), ada baiknya kita sebagai tenaga kerja dan pelaku profesional untuk lebih fokus dan meningkatkan skill serta menunjukan produktifitas kita. Tidak perlu menyalahkan kondisi lantas menggalang masa untuk berdemo. Karena tentunya itu tidak akan menyelesaikan permasalahan.

Langkah cerdas lain yang bisa ditempuh adalah dengan melengkapi diri dengan berbagai kemampuan life skill seperti memasak, wirausaha, atau pun berbisnis online. Kebetulan saat ini media bisnis online sedang booming-boomingnya. Pada tulisan yang lalu ( Strategi Marketing di Era Digital Milenium ) hal ini pernah kita bahas. Karena justru ekonomi kreatif lah yang mampu bertahan dari kondisi badai ekonomi, karena tidak bergantung pada ongkos produksi yang mahal.

Itulah cerita dolar dan nasib 125 juta tenaga kerja Indonesia. Sambil kita terus bekerja dan berdoa agar kondisi ekonomi negeri ini semakin baik. Dan tentunya kita tunggu aksi nyata pemimpin negeri ini mampukah mereka membawa kita keluar dari badai ini??.
Salam sukses untuk Anda!!

Written By Adi Sumarno
Group Head Human Capital Trisula Corp

 

Tokoh

indonesiaamanah.com