Items filtered by date: June 2015 - Indonesiaamanah

Indonesiaamanah.com- Disaat Republik ini senang dengan jabatan, kekuasaan dan uang bahkan untuk mendapatkan itu semua rela untuk menjadi komprador asing, tapi tidak dengan anak muda asli Indonesia yang kembali dari Jepang padahal di Jepang ia sudah mapan. Ia punya mimpi besar mewujudkan energi terbarukan di Indonesia.

Sayang, di Indonesia ia banyak menemukan kekecewaan. Kecewa tentang perlakuan tidak adil, jika kita membaca facebook pribadinya nampak kekecewaannya ditumpahkannya. Salah satu kecewanya, seperti yang kami kutip beberapa hari yang lalu di portal ini.

Lunturkah semangatnya karena kecewanya?

Kami kutipkan tulisan pesan berantai yang kami terima tentang semangat anak muda, ilmuwan hebat Indonesia : RICKY ELSON :

Berteman dengan sosok inspirator anak muda Indonesia Ricky Elson (33 tahun) di Facebook sungguh banyak manfaatnya. Status-status mulai dari kesehariannya sekarang di workshop pelatihan cara-cara membuat pembangkit listrik tenaga angin menggunakan teknologi ramah lingkungan di Ciheras, tasikmalaya hingga kisah kucing kesayangannya si cemonk selalu menginsipirasi.

Ricky Elson memang bukan sosok yang sudah tak asing lagi dikalangan anak muda Indonesia. Kalaupun ada diantara pembaca yang belum mengenalnya bisa baca sedikit tentangnya di wikipedia Indonesia atau bisa langsung meminta berteman dengan beliau di facebook di akun beliau : Ricky Elson. Ya, beliau adalah "Putra Petir" yang ditemukan Menteri BUMN fenomenal Dahlan Iskan, beliaulah pencipta "Selo" Mobil Listrik Nasional !

Selain pencipta dan pengembang mobil listrik nasional, Ricky Elson selama di Jepang juga telah menemukan 14 teori tentang motor listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Beliau juga adalah kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, japan.Dan masih banyak lagi prestasi Ricky Elson lainnya yang luar biasa, sehingga wajar Dahlan Iskan memintanya pulang ke Indonesia.

Putra Minangkabau ini, yang dipercaya Dahlan Iskan sebagai Pelaksana penugasan proyek pengembangan teknologi mobil listrik nasional, juga sedang aktif melakukan penelitian di ciheras tasikmalaya mengenai pembangkit listrik tenaga angin. Bahkan kini kincir angin hasil rancangan beliau tersebut kini menjadi yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak. Luar biasa!

Yang lebih luar biasa lagi, beliau rela ikhlas meninggalkan Jepang dengan segala falisitas dan income yang beliau dapatkan disana, untuk hidup sederhana di desa kecil ciheras dengan kehidupan ala kadarnya sambil membimbing banyak mahasiswa-mahasiswa dan anak-anak muda yang ingin belajar bersama beliau di sana. Bahkan beliau juga kabarnya rela berjauhan sementara dengan istri tercinta beliau demi cita-cita beliau mengujudkan pembangkit listrik murah dan ramah lingkungan untuk Indonesia.

Pengorbanan Ricky Elson dengan meninggalkan kehidupan yang nyaman berkumpul bersama istri tercinta, punya pekerjaan yang mapan di Jepang, dan segala macamnya untuk sebuah cita-cita untuk kemaslahatan Ibu pertiwi memang sudah jarang kita temukan disaat sekarang ini. Disaat orang-orang sibuk dengan kekuasaan, jabatan, kursi empuk dewan perwakilan rakyat dan segala macamnya, beliau rela hidup di kesunyian alam pedesaan ciheras.

Kemaren, ditengah beliau sedang semangat-semangatnya menularkan ilmunya untuk anak-anak muda Indonesia, beliau menuliskan status yang cukup menarik perhatian, status beliau adalah sebagai berikut:

Galau tingkat tinggi,dari semalam dan barusan di Tel beberapa Pimpinan Pershn di Jpn, "udah cukup main2 di Indonesianya" diminta (diperintahkan) balik ke Jepang lagi , akhir April ini, kembali sebagai Engineer for R&D electric motor and applications lagi.ditutup dengan "Sangat banyak yg bisa anda kerjakan disini" ... Heeemmmmh. Bagaimana dengan adik2ku di Ciheras ini?

Ya, wajar beliau galau. Secara, beliau masih berstatus karyawan salah satu perusahaan jepang tempat beliau bekerja sebelumnya. Yang barangkali saja segala gaji dan tunjangan lainnya tentunya masih mengalir ke rekening beliau karena begitu banyaknya sumbangsih beliau terhadap perusahaan tersebut. Dan Jepang tentu sangat tidak ingin kehilangan aset berharga tersebut. Apalagi mereka sudah terlalu lama memberi izin "cuti" hampir tiga tahun di Indonesia atas permintaan Dahlan Iskan.

Secara pribadi penulis tentu ingin beliau tetap di Indonesia. Namun, jika melihat perhatian pemerintah terhadap pengembangan teknologi di negeri ini yang sangat memprihatinkan, penulis merasa keputusan kembali ke Jepang tentu juga lebih baik. Tentunya beliau bisa melakukan banyak hal disana dengan berbagai kemudahan yang ada. Beliau tentu tidak akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan penelitian dan menemukan banyak hal untuk kemajuan peradaban.

Sekarang ini memang, hampir seluruh gaji Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN memang disumbangkan untuk penelitian dan pengembangan mobil listrik nasional yang ditugaskan kepada beliau. Tentu itu semua belum cukup. Apalagi untuk kegiatan penelitian pembangkit listrik tenaga angin yang sedang beliau teliti. Lihat saja di status beliau terakhir ini:

2 hari yg lalu saya baru "diberikan" ide oleh NYA, Hari ini saya digalaukan utk mewujudkannya di Indonesia atau di Jepang,

Sudah dengan keyakinan yg melewati pengujian bahwa Kincir Angin yg sering saya posting dan telah saya kembangkan 3tahun ini, Telah menjadi yg terbaik didunia, utk kelas 500 Watt peak. Walau Generator dan Sistem Charging Controllernya masih Harus saya produksi dengan bantuan perusahaan saya yg diJepang, Baling2nya.. hari ini dan kemaren setelah beberapa kali prototipe dari teman2 pengrajin pinus, Telah membuktikan hasil yg jauh dan jauh lebih bagus dari Air-40 dengan blade Fiber buatan Perusahaan Southwest Amerika itu( 3kali lipat lebih), Dengan harga yg 40% lebib murah dibandingan FOB mereka yg $850.

Ya, terbaik didunia, namun masih saja... Harga itu mahal karna saya harus mengimpor Generator dan Controller ya Dari perusahaan saya bekerja... Iyaaa saya tahu kita bisa membuatnya.... Karna keduanya saya yang meran cangnya.... Iyaaa.. saya sudah titipkan dan bocorkan teknologi ini pada sebuah institusi di negri ini, Dan mereka sudah bisa mengembangkannya.. masih skala prototipe, masih butuh waktu...

Namun rakyat tak bisa menawar waktu, Mereka ingin segera... Ingin segera dengan kincir Angin yg murah... Harus jauh lebih murah dari PLT Surya... Harus dengan Blade yang murah... Buatan Indonesia yg berkualitas dan tidak murahan, Harus dengan generator buatan indonesia yg murah dan berqualitas Jepang. Harus dengan kontroller indonesia yg berkualitas jepang.. Agar kita bisa bikin segera turbin Angin yg lain, Agar kita bisa segera mengembangkan pembangkit listrik skala mikro yg lain, Hingga PLN kita mampu berbenah... Agar kita bisa segera kembangkan mobil2 listrik yg lain... Agar adik2yg ingin lomba mobil listrik tak lagi bingung mencari sisa motor listrik bekas ke Glodok.. Semuanya bisa dan pasti bisa insyaAllaah....

Waktu tak mau menunggu saya ada dana riset dulu... Waktu tak mau menunggu , adik2 engineer muda rela bertahan bersama dengan sekedar uang jajan spt masa kuliah.. Untuk segera bersama berinovasi mengembangkan semua harapan diatas... Waktu tak mau menunggu....

Kemarin inspirasi baru teknologi kincir Angin yg akan merubah Paradigmapembangkit listrik skala mikro saya temukan...

Maaf.. telah "dipertemukan dengan saya"... Bernama "Hexagon-pillar windturbin" (sementara) Yang akan jauh lebih murah dari segi Cost, dan Mudah diwujudkan di Indonesia. Saya harus segera mewujudkannya....disini Segera.....Semoga Allaah memudahkan, Dan Semoga teman2 engineer muda yg pernah mengembangkan VAWT... Bersedia ikut bersama saya mewujudkan ini.... Saya butuh teman2 yg bisa simulasi CFD ( Fluent dll) Desain diungkapkan di Ciheras atau melalui pertemuan lansung.

Bismillaah. Salam kebangkitan Renewable Energi Demi kejayan Negri.

Ah, saya sebenarnya ingin marah pada pengelola negri ini! Hal-hal seperti ini selalu tidak mendapatkan perhatian dan terpinggirkan. Anak-anak negeri berpotensi, karya-karya mereka terlalu sering diabaikan. Apakah nasib mobil listrik dan pembangkit listrik tenaga angin ini akan sama nasibnya dengan penemuan pesawat N-250 nya Habiebie dulu dan akhirnya mati muda? Entahlah!

Kepada saudaraku Bung Ricky Elson, teruslah berjuang, kalaupun tidak diterima di negeri ini, berjuanglah di negeri lain! saya masih teringat kata-katamu, ketika mobil listrik Tucuxi yang hampir saja merenggut nyawamu dan Dahlan Iskan, namun malah mendapat cibiran masyarakat, engkau berkata:

Saya heran, mengapa begitu banyak amarah dan penghujat di sekitar kita? Ketika Tuxuci kecelakaan, orang banyak yang menghujat. Meski beberapa juga memberikan dukungan. Namun saya tetap optimis. Pada dasarnya semua hal yang salah bisa diperbaiki. Saya gunakan amarah dan hujatan sebagai daya dorong untuk memperbaiki kesalahan. Lagipula, pesawat tinggal landas dengan cara melawan angin, bukan dengan mengikutinya.

Kalimat yang luar biasa, bung! Doa kami selalu untukmu dan seluruh anak-anak muda potensial yang sering tidak mendapat tempat di negeri ini! Merdeka!

 

Indonesiaamanah.com- Setelah beberapa hari yang lalu kami memberitakan tentang akuntabilitas struk pembayaran atau pembelian token listrik, akhirnya PLN menjelaskan tentang apa saja yang dimaksud yang tertera di struk tersebut.

Kami kutipkan dari kompas.com berita penjelasan dari PLN ini:

Dalam setiap pembayaran listrik, baik pra-bayar maupun pasca-bayar, masyarakat selalu dikenai tambahan biaya di luar tarif pemakaian listrik per kWh.

Selain tambahan biaya administrasi bank dan biaya materai, PLN juga menambahkan biaya komponen pajak penerangan jalan (PPJ) kepada masyarakat pengguna listrik. Namun, tak sedikit pula masyarakat yang mempertanyakan biaya PPJ yang ditarik PLN itu. Lantas, ke mana perginya biaya PPJ tersebut?

Deputi Public Relation PLN Sampurno Marnoto mengatakan, tarif PPJ itu tak pergi ke kas BUMN listrik tersebut, tetapi disetor ke pemerintah derah (pemda) secara langsung.

"Kalau gambarannya pasca-bayar dan listrik pintar (prabayar) komponennya sama... kalau pajak penerangan jalan (PPJ) yang dipungut itu disetor langsung ke pemda setempat," ujar Sampurno Minggu (28/6/2015).

Pungutan PPJ kepada pelanggan listrik PLN memiliki dasar hukum, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah. Aturan ini kemudian diimplementasikan melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Penerangan Jalan oleh Pemerintah Daerah tingkat II masing-masing.

Dengan demikian, PPJ merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa digunakan untuk pengembangan atau pembangunan daerah tersebut. Sementara itu, untuk besaran biayanya, setiap daerah memiliki besaran PPJ yang berbeda beda. Pasalnya, besaran biaya tersebut ditentukan oleh pemda masing-masing.

"PLN sama sekali tidak memungut biaya PPJ ke kas PLN. Jadi, dari total rupiah pembelian token akan terpotong komponen-komponen itu. Sehingga, seolah-olah ini PLN tidak jujur," kata Sampurno.

 

Indonesiaamanah.com- Tahun ini adalah tahun kesedihan bagi sepakbola nasional Indonesia, sedih karena baik itu timnas, pemain maupun klub tak bisa berpartisipasi dalam kancah dibawah FIFA. Termasuk ajang pemilihan 50 kandidat pemain terbaik Asia.

Walaupun begitu, sesungguhnya talenta pemain kita tak kalah dibanding negara lain. Berikut 5 pemain pilihan sebagaimana yang kami kutip dari bola.com :

Tidak ada nama pemain Indonesia di daftar 50 Pesepakbola Asia Terbaik 2015 FourFourTwo yang dirilis pada bulan Mei lalu. Bukan sebuah kejutan sebetulnya, tapi wajar jika ada sedikit perasaan kecewa mengingat tetangga Indonesia di Asia Tenggara, Thailand, punya wakil di daftar tersebut dalam diri Chanatip Songkrasin (50).

Dengan sanksi FIFA yang membuat Indonesia tidak bisa tampil di pentas internasional sampai waktu yang belum ditentukan, sulit rasanya bisa melihat ada nama pesepakbola Indonesia dalam daftar #FFTAsia50 tahun depan. Tapi tak ada salahnya kan berandai-andai? Nah, kira-kira jika ada pemain Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar 50 pesepakbola terbaik Asia, siapa dia?
Berdasarkan pertanyaan simpel tersebut, kami pun mengumpulkan lima nama pebola Indonesia yang memiliki peluang terbesar untuk masuk dalam daftar #FFTAsia50. Setujukah Anda dengan kandidat yang kami berikan berikut

EVAN DIMAS

Lagi-lagi dia. Lagi-lagi Evan Dimas. Tapi sulit untuk tidak memasukkan nama sang wonderkid ke dalam daftar ini, jika mengingat perkembangan pesat yang dialami oleh pemain yang sedang membela timnas di ajang SEA Games 2015 ini dalam tiga tahun terakhir. Bagaimanapun, ia masih belum tergeser dari statusnya sebagai harapan terbesar sepakbola Indonesia di masa depan, dan juga sebagai pemimpin para pemain di generasinya.
Toh talenta Evan juga tidak hanya diakui di dalam negeri. Pandit-pandit sepakbola Asia seperti John Duerden pun pernah menulis bagaimana ia melihat Evan sebagai salah satu pemain muda paling menarik di Asia Tenggara. Jadi, tak salah rasanya memasukkan Evan.

ANDIK VIRMANSYAH

Namanya mungkin sedikit tenggelam di dalam negeri setelah ia hijrah ke negeri jiran Malaysia, tetapi Andik tetap merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki oleh Merah Putih saat ini. Apalagi kariernya bersama Selangor FA musim ini pun tengah bagus. Saat ia kembali ke tanah air untuk laga persahabatan klubnya dengan Persib Bandung pun Andik sukses menunjukkan bagaimana ia tidak melempem meski agak hilang dari radar dengan bermain di negeri seberang.
Seandainya Andik mampu meneruskan kiprah bagusnya bersama The Red Giants, julukan Selangor FA, bukan tidak mungkin ia akan masuk radar panel #FFTAsia50 dan masuk dalam daftar pesepakbola terbaik Asia tahun depan

BOAS SALOSSA

Penampilan apik Boaz dalam perjalanan Persipura menuju semifinal AFC Cup tahun lalu semestinya membuatnya kembali masuk dalam jajaran pemain top Asia. Bagaimanapun, ia adalah salah satu pemain dengan jumlah gol terbanyak di turnamen tersebut dengan enam gol. Musim ini, Boaz sudah mencetak lima gol dari enam pertandingan di babak grup AFC Cup 2015, membuatnya berada di lima besar daftar top skorer turnamen sementara.
Jumlah itu pun bisa saja bertambah seandainya, sekali lagi, seandainya, laga perdelapan final melawan Pahang FA bisa dilaksanakan dan Persipura terus melaju di kompetisi nomor dua di Asia tersebut. Catatan golnya tersebut setidaknya menunjukkan bahwa saat bermain di level Asia pun, Boaz bisa membuktikan dirinya sebagai striker tajam dan merupakan yang terbaik yang dimiliki oleh Indonesia saat ini.

FERDINAND SINAGA

Top skorer Asian Games 2014 dan pemain terbaik Indonesia Super League 2014. Peluang Ferdinand Sinaga untuk menjadi bagian dari #FFTAsia50 mungkin tak sebesar tiga nama sebelumnya, tetapi rasanya ia tetap pantas masuk dalam daftar ini mengingat pencapaian-pencapaiannya pada tahun 2014 lalu, plus fakta bahwa setelah ia pindah ke Sriwijaya FC pun ia masih mampu memperlihatkan ketajamannya dengan catatan satu gol (sebelum ISL 2015 dihentikan karena kisruh).
Peluangnya untuk kembali menunjukkan tajinya di level Asia mungkin tertutup setelah Indonesia disanksi dan ia batal membela timnas di ajang Pra Piala Dunia dan Pra Piala Asia. Tetapi setidaknya, statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik Indonesia saat ini masih belum tergoyahkan.

ATEP

Sungguh terlalu jika Lord Atep tak masuk daftar ini. Cristiano Ronaldo-nya Indonesia (tolong setuju saja dengan klaim ini) ini kini semakin menunjukkan kehebatannya sebagai pemain sayap Persib Bandung dan sebagai salah satu andalan utama klubnya tersebut.
Statusnya sebagai pencetak gol terbanyak Persib di kompetisi AFC Cup 2015 semakin menegaskan hal tersebut - ia mencetak tiga dari 10 gol Persib di kompetisi kasta kedua di sepakbola Asia itu. Dengan gol-gol dan trik-trik yang ia miliki, Lord Atep mungkin saja mampu meluluhkan hati panel #FFTAsia50 kami tahun depan. Siapa tahu...

 

Indonesiaamanah.com- Ternyata ada golongan darah yang disukai oleh nyamuk lo, mau tahu golongan darah apakah itu?
Berikut berita yang kamu kutip dari solopos.com :

Dokter kulit dari Washington DC, Amerika Serikat Elizabeth Tanzim MD mengatakan, golongan darah ternyata mempengaruhi kerentanan gigitan nyamuk.

Dilansir Liputan6, mengutip laporan dari Cosmopolitan, Kamis (25/6/2015), Tanzim memperkirakan golongan darah O paling rentan digigit nyamut. "Kami belum mengetahui penyebabnya secara pasti, tapi biasanya golongan darah O paling menarik perhatian nyamuk," katanya.

"Kulit golongan darah O cenderung lebih sensitif dan gigitan serangga bisa memicu pelepasan sel yang membuat kulit bengkak (bentol). Nah, yang menarik, nyamuk bisa merasakan, melalui sekresi kulit, jenis golongan darah apa yang mereka sukai," lanjutnya.

Laman MNN melaporkan, penelitian mengenai golongan darah ini dilakukan di Jepang. Para ilmuwan menemukan, antena yang menempel pada kepala nyamuk itu yang menjadi penanda aroma yang dipancarkan dari kulit kita.

"Bau tubuh diproduksi secara alami dalam tubuh kita. Hebatnya, nyamuk tahu itu. Lalat dan nyamuk sebenarnya memiliki gen yang sama dalam memproduksi protein yang dapat menangkap atau mengikat bahan kimia tertentu di udara," ungkap peneliti.

Beberapa ilmuwan juga menyebutkan karakteristik lain yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti kehamilan, menstruasi, suhu tubuh, dan konsumsi alkohol.

 

Indonesiaamanah.com- Komando Pasukan Khusus Katak (KOPASKA)TNI AL, patut diajungin jempul. Berkat keberaniannya yang terlatih, hanya dengan tangan kosong menghalau ABK Malaysia di perairan Indonesia. Begini cerinya seperti yang kami kutip dari k

Ada lagi cerita menarik soal Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2005, saat ketegangan RI-Malaysia di Blok Ambalat.

Saat itu pemerintah RI membangun mercusuar Karang Unarang yang terletak di titik terluar. Upaya ini selalu diganggu oleh Tentara Laut Diraja Malaysia maupun Marine Police. Mulai dari bermanuver yang menimbulkan gelombang, hingga menganiaya pekerja mercusuar.

Kisah ini ditulis dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska.

1 April 2005, dua kapal TLDM dan Marine Police Malaysia buang jangkar di dekat mercusuar. Upaya kapal patroli TNI AL KRI Tedong Naga mengusir mereka tak digubris.

Komandan KRI pun meminta bantuan dari personel Kopaska yang memang disiagakan di sana. Serka Ismail meminta izin komandan Tim Kopaska Lettu Berny untuk meluncur ke Kapal Malaysia.

Lettu Berny mengizinkan. Namun dia meminta Ismail tak membawa senjata agar tak terjadi kontak tembak.

Serka Ismail melaju dengan motor boat bersama Serda Muhadi dan Kelasi Satu Yuli Sungkono. Ismail memerintahkan motor boat itu melaju zigzag dengan kecepatan tinggi.

Tujuannya agar perhatian anak buah kapal (ABK) Malaysia tertuju pada motor boat. Sementara itu Ismail melompat dan berenang senyap menuju kapal Malaysia.

Tanpa diketahui satu pun ABK, Ismail naik ke atas kapal. Dia mendobrak pintu samping kapal sambil berteriak.

"Di mana kapten kapal," bentak Ismail hingga ABK Malaysia ketakutan.

Serka Ismail pun sempat membentak seorang petugas meriam kapal Malaysia.

Kapten Kapal keluar. Dengan nada tinggi Ismail bertanya apa keperluan kapal Malaysia di tempat itu. Sang kapten menjawab normatif, hanya menjalankan perintah.

"Baiklah kalau begitu. Daerah ini adalah wilayah saya (Indonesia). Jadi setelah saya turun dari kapal ini, segera pergi dari wilayah ini. Kalau tidak jangkar akan saya putuskan," sergah Ismail pada komandan kapal Malaysia.

Walau tak bersenjata, keberanian Ismail rupanya membuat nyali para ABK Malaysia ciut. Begitu Ismail lompat ke perahu karet, kapal pertama langsung angkat jangkar dan kabur dari Karang Unarang.

Namun kapal kedua tak mau pergi. Serka Ismail dan Tim Kopaska segera melaju. Aksi mereka dihalangi sehingga Ismail tak bisa naik kapal.

Ismail segera menuju tali jangkar. Dia berteriak sambil menggoyang-goyangkan tali jangkar.

"Kalau tidak pergi, tali jangkar ini saya ledakkan," ancamnya.

Berhasil. Aksi ini pun membuat kapal Malaysia meninggalkan wilayah Karang Unang.

Rupanya cukup tiga orang Kopaska untuk mengusir dua kapal Malaysia.

 

Indonesiaamanah.com- Walau gagal di kancah Sea Games, ternyata Timnas U-23 mampu memberikan kesan ketertarikan bagi klub klub luar negeri. Salah satunya Jepang. Siapa saja pemain timnas tersebut, kami kutipkan berita dari juara.net sebagai berikut :

Beberapa penggawa Timnas Indonesia U23 tetap mengundang minat klub asing. Dikabarkan ada tiga eks Timnas Indonesia U23 yang diminati oleh klub-klub Jepang. Ketiga pemain muda Indonesia yang diincar klub-klub Jepang itu adalah gelandang Evan Dimas Darmono, bek Hansamu Yama Pranata, dan gelandang Adam Alis Setyano.

Kabar tentang keterikan klub-klub Jepang pada ketiga pemain tersebut diungkapkan oleh Kei Koyama dari bagian International Relationship Departement J-League yang sudah dikonfirmasi. Kei mengatakan pihaknya telah menghubungi agen ketiga pemain itu untuk menyampaikan keinginan klub Jepang.

"Ya, ada beberapa klub di Jepang yang sepertinya mau memberikan kesempatan trial kepada beberapa pemain Indonesia seperti Evan Dimas, Hansamu Yama, Adam Alis dan beberapa nama lagi," ujar Kei.

"Saya sudah kontak agen-agen mereka dan saat ini, mereka (para agen) sudah mulai meneruskan informasi tersebut kepada pemain. Mungkin dalam beberapa waktu ke depan, wacana trial ini bisa segera terealisasi," ujar Kei.

Indonesiaamanah.com- Inilah paradoks Indonesiku. Mobil listrik karya anak bangsa yang hadir dan dipersembahkan untuk negeri ini sebagai ikhtiar bahwa ternyata karya karya anak bangsa mampu memproduksi mobil canggih yang tak kalah dengan mobil asing.

Hanya saja, tantangan terbesarnya adalah semuanya buyar saat mobil listrik itu dipersoalkan karena tak lolos uji emisi bahkan di cap sebagai bagaian dari korupsi. Sungguh keterlaluan oknum yang dengan kekuasaannya hanya menjadi komprador asing, sehingga bangsa ini terus dijadikan pasar dari produk produk asing, sedangkan para inovator yang dengan keahliannya mampu menghasilkan produk yang dahsyat dikriminilasi!

Indonesiaamanah.com mengangkat tema ini agar masyarakat harus bersatu melawan kriminilasasi para inovator Indonesia!

Kami kutipkan berita dari bidhuan.com:

Ricky Elson, dia adalah putra bangsa yang sangat diakui pemerintah Jepang atas kehebatannya menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang kemudian dipatenkan Jepang. Atas prestasi itulah Dahlan Iskan yang ketika menjabat Menteri BUMN, memohon kepadanya untuk mengabdi dan pulang ke Indonesia untuk memajukan mobil listrik di Indonesia. Padahal, waktu itu Ricky telah 14 tahun bekerja di Jepang.

Aneh! Ketika Ricky Elson Bandingkan Busway dan Mobil Listrik Ciptaannya. Hanya di Indonesia yang begitu tidak menghargai hasil karya anak bangsanya. Dalam laman facebook pribadinya, Ricky kemudian membandingkan 2 kasus antara mobil ciptaannya dengan busway dengan segala permasalahannya.

Postingan yang dibuat 24 Juni 2015 secara viral dishare oleh Netizen dan sampai saat ini mencapai ribuan share dan komentar simpati serta kecaman kepada kondisi hukum dan tata negara di Indonesia saat ini.

Bolehkah saya bertanya....
melalui 2 Foto ini?
Tidak bermaksud menyalahkan siapa siapa

Fenomena tentang masih Sehatkah akal dan Mental kita
××××××××××××××××××××××××××××××××××××××

1. Case Study 1 : Tentang Mobil Listrik Hasil Belajar buatan Indonesia

Riset tak boleh Gagal
Pembuatannya ga boleh pake Dana CSR atau Dana Promosi
Gak Pake Knalpot
Tak Lolos Uji Emisi..... Uji Komisi????
Tak Lolos Uji Layak Jalan
Tak akan dapat Izin Jalan di Jalan Raya
Karna Bahaya dan Membahayakan jika di Jalan Raya
Penggagasnya dan Pembuatnya Harus Masuk Penjara
××××××××××××××××××××××××××××××××××××××

2. Case Study 2 : Tentang Mobil yang paling Terkenal di Negri ini

Pake Knalpot
Lolos Uji Emisi
Lolos Uji Kelayakan Jalan
Sangat Tidak Membahayakan
Yang Salah Bukan saya yang Minta, Tapi ngurus pembelian

××××××××××××××××××××××××××××××××××××××

mobil listrik

Bagaimana cara menelaah fenomena ini,
Apakah
Saya harus belajar Filsafat dan Advance Psikologi untuk Memahaminya

20150624
Cerita Ciheras, Belajar Akal Sehat yuk

Ribuan komentar pun bermunculan yang intinya menyayangkan sikap pemerintah terhadap kasus terkini yang membuat proyek mobil listrik masuk ke meja hijau dengan alasan kasus penyelewengan dana.

Ago Okia : Ketidakadilan di negeri ini sudah parah, sya malu sbagai orang indonesia.. seandainya sya sperti mas Ricky Elson, sya tdk akan kembali pada negeri brengsek ini..

Nyoman Laba Jayanta : Kayaknya beberapa orang tidak ingin negara ini mandiri karna bisa bisa mereka kehilangan proyek, haa mungkin.... semangat mas Ricky Elson semanga niat baik diberi jalan yang terbaik... doa indonesia mendorong anak muda indonesia untuk terus berkarya...

Arya Kamandanu : Semangat bang bangsa ini butuh orang orang seperti anda...jangan menyerah..."tetap semangat.."

Semakin aneh saja arah negeri ini... sebagai admin bidhuan yang saat ini tinggal di Jepang, memang merasakan seburuk apapun dan sejelek apapun tanah air, tetap saja rasa ingin mengabdi selalu ada, itulah yang mungkin masih di rasakan Ricky Elson saat ini.

 

Indonesiaamanah.com- Ditengah dicabutnya kenaikkan tarif dasar listrik yang terus melambung, ternyata akuntabilitas pembelian listrik prabayar patut dipertanyakan. Beruntung ada seseorang yang secara jeli mwncermati struk pembelian token listrik yanb ternyata banyak hal yang harus di klarifikasi oleh PLN.

Berikut tulisannya yang kamai kutip dari kompasiana :

Anda pengguna Listrik Prabayar? Pernahkah anda memperhatikan struk pembelian token listrik anda tersebut? kalau tidak coba periksa kembali struk anda, apakah sama dengan kasus yang akan penulis bahas berikut ini.

Di timeline Facebook penulis muncul foto struk token listrik yang diunggah oleh teman penulis.

Mari kita baca struk diatas, dengan Tarif golongan R1 dan Daya 1300 VA pelanggan diatas membeli token listrik seharga Rp. 300.000,-. Nah dari uang yang dikeluarkan tersebut pelanggan hanya mendapat daya sebesar 244,8 Kwh dengan harga Rp. 265.818,-. Nah kemanakah uang pelanggan sebesar Rp. 34.142 ,- lagi???

Ternyata uang tersebut dipotong untuk membayar biaya administrasi Rp. 3.500,- , lumayan besar bukan? Apalagi kalo dihitung untuk seluruh jumlah pelanggan PLN Prabayar. Jumlah uang yang sangat besar, kemanakah uangnya pergi?

Selain itu dipotong juga untuk biaya materai Rp. 3000,-. Nah apakah biaya Materai ini memang perlu? Nah kemana pula uang ini perginya?

Dan yang paling besar adalah untuk membayar PPJ atau Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp. 26. 682,-. Bayangkan setiap pelanggan prabayar menurut perbincangan di FB tersebut akan dipungut PPJ sebesar lebih kurang 10% dari harga pembelian Token. Berapa Milyar rupiah uang yang terkumpul dari PPJ ini setiap bulannya?

Lalu apakah semua kita sudah menikmati penerangan jalan dengan maksimal? Jangankan penerangan jalan, listrik saja sering mati setiap harinya, bahkan sampai berjam-jam. Banyak daerah yang mengalami kondisi seperti ini. Apalagi kalo kita kaitkan pula dengan daerah-daerah yang tidak ada atau minim penerangan jalan tapi tetap saja dipungut PPJ tersebut. Hmm...entahlah.

Adilkah ini?

Pertanyaan ini tentu bisa kita jawab menurut kita, tapi tentu saja belum tentu benar. Bagaimanapun PLN tentu punya hitung-hitungan sendiri. Sebagaimana kita ketahui walau berkali-kali tarif listrik naik dan terus di subsidi, tetap saja PLN mengaku rugi. Artinya berapapun besaran pungutan pajak tersebut tetap saja PLN rugi. Jadi, kalo ditanya ke PLN tentu mereka jawab wajar, bahkan bisa saja mereka jawab masih kurang, kalo perlu potongan PPJ nya dinaikkan jadi 50%!

Walau aneh memang! tapi, begitulah kondisi perlistrikan di negeri ini. Pajak terus dipungut, tarif listrik terus naik, tapi perbaikan pelayanan minim sekali.

Rakyat? Tak usah banyak komentar, terimalah saja nasibnya begitu. Mau gimana lagi.....!

Salam

 

Indonesiaamanah.com- Mendapat sebuah broadcast di pagi hari, sebuah tulisan yang bisa jadi sudah banyak yang membaca. Tetapi kami kutip kembali, karena tulisan ini masih sangat aktual hingga detik ini.

Tulisan ini tentang Indonesiaku yang Agustus besok akan genap usianya 70 tahun. Tetapi di tengah usia tersebut, pandangan orang asing tentang Indonesia sebagaimana di ceritakan oleh seorang mahasiswa Indonesia yang ada di Australia nampaknya harus lebih sering di dengar oleh kita semua dan oleh pemerintah.

Kesannya sederhana, bahwa kita tahu Indonesiaku ini kaya, tapi sekaligus Indonesiaku ini malang. Ya begitulah kesan yang saya tangkap dari Indonesiaku. Bagaimana pandangan orang asing itu terhadap Indonesia berikut kami hadirkan kembali :

Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kira-kira berumur 60 tahun. Bapak ini adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan inggris, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda.

Beliau berkata, "U're country is so rich!"
...
Ah biasa banget denger kata-kata itu, ujarku dalam hati. Tapi tunggu dulu. "Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia," Lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world." "Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja semua hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat.

Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah Rumah Sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat. Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar-benar panik.

Sangat terasa, We Are Nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras.

Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar.

Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sebagai PELUANG. Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.

Belilah pangan dari petani-petani sendiri,belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tidak perlu import kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

 

Sahabat Amanah semua, kami hadirkan kolom khusus INOVASI GIA yang nantinya akan diisi oleh produk produk inovasi dari Gerakan Indonesia Amanah. Yang dimaksud dengan produk tak hanya tentang barang ataupun jasa yang inovatif, tetapi lebih luas aspek tentang segala hal yang menyangkut pembangunan menuju kemandirian Indonesia.

Berbicara tentang kemandirian Indonesia, GIA berkeyakinan itu adalah hal yang menjadi keniscayaan saat ini, tak ada satupun alasan yang menyebabkan Indonesia tak bisa mandiri. Karenanya GIA meletakkan 3 fondasi kemandirian Indonesia yakni bersinerginya eleman Kampus, Pebisnis dan Pemerintah.

Kampus adalah elemen strategis dalam mewujudkan kemandirian, karena kampus itulah gudangnya inovasi inovasi, dan inovasi adalah tulang punggung dari suatu kemandirian. Bangsa yang sejahtera di era digital ini adalah bangsa yang mampu terus inovatif. Sayangnya potensi kampus nampaknya belum di optimalkan dalam strategi percepatan kemandirian Indonesia.

Pebisnis juga masih memiliki paradigma ingin cepat menghasilkan profit dengan modal yang serendah rendahnya. Padahal salah satu sebuah perusahaan bisa bertahan lama karena menempatkan riset dan development menjadi nyawa dari perusahaan itu. Tetapi praktis dengan alasan cost yang tidak murah untuk melakukan riset yang membuahkan inovasi maka riset dan development diabaikan oleh perusahaan.

Pemerintah sebagai otoritas regulasi, dana bahkan juga sebagai owner dari kampus itu sendiri, dalam menempatkan kampus sebagai kawah candradimuka inovasi juga belum menunjukkan keseriusan. Yang ada justru menghasilkan banyak institusi tetapi abai dalam aplikasi inovasi. Celakanya yang abai terhadap aplikasi inovasi itu bukanlah dari sumber daya periset tetapi political will dari pemerintah itu sendiri. Jadi sederhananya tentang political will pemerintah itulah yang menjadi biangnya.

Nampaknya jika diperhatikan 3 elemen ini masih jalan sendiri sendiri. Karenanya GIA mencoba untuk berikhtiar menjadi jembatan 3 elemen tersebut untuk mewujudkan mimpi besar kemandirian Indonesia. Karena bagi GIA, inovasi inovasi yang brilian dari para intelektual dan periset di kampus sungguh teramat banyak. Dan GIA membayangkan jika inovasi tersebut mampu diaplikasikan dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maka inilah yang sejatinya menjadi pusat unggulan bangsa ini.

Oleh karena itu, GIA mencoba memiliki program memiliki Katalog Produk Inovasi Amanah Indonesia. GIA akan mencoba mendatangi kampus kampus di seluruh Indonesia yang memiliki inovasi yang selanjutnya inovasi inovasi itu nantinya akan dikelompokkan oleh GIA sehingga secara paralel akan dirajut komunikasi kepada para pebisnis di komunitas Indonesia Amanah hingga akhirnya masyarakat bisa menikmati karya inovasi anak bangsa sendiri dan diproduksi oleh pengusaha Indonesia.

Ketiadaan produk inovasi asli Indonesia inilah yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh produk asing yang memang inovatif dan pada akhirnya pangsa pasar Indonesia menjadi sasaran empuk hingga akhirnya menjadi penguasa di pangsa pasar domestik kita, apalagi akhir tahun ini Masyarakat Ekonomi Asean berlaku sehingga tak ada lagi sekat masuknya produk produk asing.

Karenanya disini lah pula peran dari pemerintah diharapkan, kemudahaan atas aplikasi inovasi karya anak banga menjadi prioritas. Harapannya tak ada halangan yang disebabkan oleh sulitnya izin usaha misalnya. Jika pemerintah mengeluarkan kemudahan investasi asing dalam rangka menstimulus investasi dalam negeri, maka seyogyanya pemerintah haruslah juga memberikan kemudahaan bagi para inovator dan pebisnis yang hendak mendeliver produk inovasi tersebut kepada masyarakat.

GIA yang sejak awal terus mengkampanyekan hijrah belanja yang salah satu visinya adalah agar masyarakat lebih memilih membeli produk anak bangsa sehingga putaran uang, barang dan jasa berputar di internal komunitas itu sendiri.

Inilah yang dimaksud dengan kolaborasi itu, GIA menjadi jembatan atas 3 elemen tadi sekaligus sebagai penyeru hijrah belanja sehingga masyarakat teredukasi agar mau memilih produk karya anak bangsa, periset di kampus yang menghasilkan inovasi lebih bergairah dalam berimajinasi dan mewujudkan menjadi karya nyata lalu ditangkap oleh pebisnis dengan mengeluarkan investasinya sehingga pangsa pasar yang besar ini penuh diisi oleh produk produk inovasi Indonesia.

Dan ini sudah dimulai, beberapa produk produk inovasi hasil kunjungan GIA ke beberapa kampus sudah dalam proses produksi sehingga masyarakat bisa merasakan karya inovasi anak bangsa. Memang baru beberapa kampus yang GIA kunjungi, seperti ke UGM dan UNS, tetapi baru kampus itu saja itupun masih sedikit yng kami temui di kampus itu, dan sungguh luar biasa banyak sekali produk inovasi yang lahir dari tangan dingin para periset di kampus.

Kolom INOVASI GIA inilah satu persatu akan di kupas, dan nantinya akan kami kodifikasikan menjadi Katalog Produk Inovasi Amanah Indonesia. Bahkan yang menariknya, dari inovasi kampus ini sudah masuk dalam taraf produksi yang nantinya akan menjadi produk yang bisa di gunakan oleh masyarakat kita.

Mau tahu bagaimana inovasi inovasi itu, dan GIA akan berkunjung ke kampus mana saja, tunggu liputannya di kolom INOVASI GIA.

Muhammad Ikhlas Thamrin
Penggagas Gerakan Indonesia Amanah

 

Tokoh

indonesiaamanah.com