Items filtered by date: May 2015 - Indonesiaamanah

Indonesiamanah.com- kisah yang sungguh memberikan inspirasi bagi setiap orang tua, betapa anak kita adalah sejatinya amanah dalam hidup kita yang harus benar benar dijaga. Ia tak seharusnya mendapatkan bentakan yang keras apalagi kekerasan, terlebih jika hal itu terkait dengan emosi orang tua. Nah kisah dibawah ini akan sangat memberikan hikmah bagi setiap orang tua...bagi penulis kami memberikan doa agar senantiasa di rahmati dan di berkahi atas setiap derap langkahnya...Amin...

Berikut kisahnya :

" Goblok kamu ya..." Kata Suamiku sambil melemparkan buku lapor sekolah Doni. Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis. Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis " Ampun, ayah ..ampun ayah.." Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

"Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya...he " Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk dikorsi. Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku " Kamu ajarin dia. Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. " Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat " Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya"

" Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda" Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis " Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. "

" Doni bukan anak ayah." Katanya dengan mata tertunduk " Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda "

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga. Doni tak lepas dari pelukanku " Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,.." Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ' Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup. Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit. Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. Makanya mereka disekolah pintar pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gixi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. " Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. " Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. " Aku ini dari keluarga miskin. Manapula aku ada gizi cukup. Mana pula orang tuaku ngerti soal gixi. Tapi nyatanya aku berhasil. " Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.

" Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren "

" Biar dia bisa dididik dengan benar"

" Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu"

" Ini sudah keputusanku, Titik.

" tapi kenapa , Mas" AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya.Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nanpak bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku " Doni engga mau jauh jauh dari bunda" Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya " Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. "

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku nampak tidak peduli. " Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri. Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang" Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan. Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.

Ku purhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas. " Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. " Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata " Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri." Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku" Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni " Pesanya. Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu " Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar ." demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.

" Mas, Dimana Doni akan tinggal. " Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

" Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan social kami semakin berkelas. Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, " Jangan tinggalkan sholat. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. "

***
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses itupula suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya. Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. " Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. " katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. "

" Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialogh dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. "

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah , terimakasih anakku...

Indonesiaamanah.com - Gerakan Indonesia Amanah (GIA) Bulan Juni akan membuka Sekolah Pemberdayaan Indonesia Amanah (SEPIA). Sepia ini merupakan perwujudan dari visi GIA yakni Pemberdayaan bagi komunitas Indonesia Amanah.

Sepia ini dalam aplikasinya akan di selenggarakan oleh setiap Pengurus GIA yang sebelumnya sudah di bentuk. Pengurus GIA di setiap kota yang akan menentukan sendiri terkait dengan waktu dan lokasi pelaksanaanya, dan tentunya dalam penyelanggaraanya akan ber kolaborasi dengan setiap distributor di kecamatan masing masing.

Ada beberapa kelas dalam Sepia yakni kelas Budidaya Lele dengan metode Kinomia, Kelas pembuatan Papaleri yakni pembuatan antiseptik organik dari bahan baku cucian beras yang manfaatnya adalah menjaga keluarga dari kuman jahat dan juga untuk bagi kebutuhan sehari hari rumah tangga seperti cuci westafel, kitchen set sampai toilet, lalu kelas pembuatan Tabungan Amanah Bumi yakni semacam Lobang Biopori yang benar, hingga membuka kelas pembuatan pupuk organik.

Pengurus GIA Sukoharjo dan Solo sudah ancang ancang untuk menyelanggarakan Sepia kelas papaleri yang rencananya akan diselenggarakan di awal bulan Juni. Adapun biaya untuk mengikuti Sepia Kelas Papaleri sangat murah hanya Rp.60.000,- peserta nanti akan mendapatkan ilmu pembuatan papaleri (antiseptik organik) , 1 refil air amanah, 1 sachet cofera mg ( penjernih minyak), 1 liter formula amor, dan amigol snack.

Murah bukan biayanya? Ayo jangan lewatkan kesempatan ini, jika berminat hubungi segera pengurus GIA di kota kota anda!

 

Indonesiaamanah.com- Sebagai perwujudan atas visi GIA yakni Hijrah Belanja, Gerakan Indonesia Amanah (GIA) akan meluncurkan Outlet Amanah Indonesia (Omah Indonesia). Omah Indonesia akan menjadi rumahnya produk produk UKM Indonesia yang sudah tergabung dalam komunitas Indonesia Amanah.

Omah Indonesia merupakan mini swalayan sederhana yang mengusung keberagaman produk produk UKM Indonesia. Nah untuk menjadi omah Indonesia ada beberapa syarat yakni :
1. Anda menyiapkan sebuah ruangan lengkap dengan etalase produk dan membranding ruangan sesuai dengan desain lay out omah indonesia.
2. Menyiapkan infrastruktur seperti meja dan kursi serta seperangkat komputer yang terkoneksi dengan internet
3. Menyiapkan modal kerja senilai Rp.6.930.000 untuk membeli produk komunitas terdiri dari 13 jenis produk dengan total 340 produk.

Lalu apa sih yang membedakan Omah Indonesia dengan mini swalayan lainnya?
1. Produk yang hadir adalah produk inovasi untuk kebutuhan setiap rumah tangga dengan harga eknomis
2. Produk semuanya adalah produk yang halal dan milik UKM Indonesia
3. Ada sistem Poin Belanja yang berbeda dengan yang lainnya
4. Memadukan antara home delivery dengan retail konvensional

Dan yang lebih menarik menjadi Omah Indonesia diberikan hak eksklusif satu kelurahan satu Omah Indonesia dan juga nanti akan diberikan pelatihan data mining bagi setiap Omah Indonesia yakni sebuah pelatihan strategi cepat memperbesar omset Omah Indonesia. Tak hanya itu, produk produk Omah Indonesia akan juga memiliki produk produk inovasi karya para periset Indonesia, seperti amigol 330 ml dan galon air amanah produk air minum dalam kemasan dengan memiliki pH air 8 ( basa) tetapi memiliki TDS dibawah 10 sehingga dengan kualitas air minum seperti ini menjadikan produk ini pertama di Indonesia, lalu ada pula Cofera MG produk karga salah satu periset UGM yakni produk penjernih minyak goreng menjadikan minyak goreng bekas kembali layak untuk dipakai kembali karena lebih sehat, dan masih banyak lagi produk inovasi lainnya...

Diluncurkannya Omah Indonesia ini juga memiliki visi agar komunitas Indonesia Amanah yang komitmen untuk Hijrah Belanja lebih mudah untuk membeli produk produk bangsanya sendiri, terlebih lagi akhir tahun ini Masyarakat Ekonomi Asean sudah menjadi kenyataan, sehingga dengan hadirnya Omah Indonesia di setiap Kelurahan di seluruh Indonesia, maka masyarakat kita lebih mudah untuk belanja produk bangsa sendiri.

Siapa yang mau jadi Omah Indonesia? Bisa Hubungi Kantor Manajemen Katalog Produk Indonesia Amanah (KoPIA) Pusat di Alamat Kantor : Jl.gotong royong RT 04 RW 06 kampung sewu, Kelurahan sewu, Kecamatan Jebres, Solo No Telepon kantor KoPIA Pusat 0271 6792158

 

Indonesiaamanah.com- kali ini lagi lagi tentang efek selfie. Selfie yang merupakan gaya anak muda masa kini ternyata banyak memiliki dampak negatif bahkan gara gara selfie ada yang sampai meninggal dunia, sebutlah abg yang terlindas kereta api karena selfie di rel kereta api, atau yang terakhir selfie diatas puncak merapi hingga akhirnya jatuh di kawah merapi, jadi selfie boleh boleh saja asal lihat kondisi dan situasi.

Nah kali ini ada juga efek selfie yang berujung penundaan kelulusan begini ceritanya seperti kami kutip di brilio.net :

Dianggap memalukan dan melanggar protokoler oleh pihak kampus, mahasiswa yang mengambil foto selfie di atas panggung saat prosesi wisuda ini diganjar penundaan kelulusan selama dua tahun.

Kejadian ini dialami oleh Muhammad Hasrul Haris Mohd Radzi, mahasiswa diploma jurusan fotografi Universiti Teknologi Mara (UiTM) Kuala Lumpur saat prosesi penerimaan gelarnya 17 Mei 2015.

Wakil Rektor UiTM, Tan Sri Prof Dr Sahol Hamid Abu Bakar, mengatakan bahwa tindakan mahasiswa yang mengambil foto selfie saat prosesi wisuda itu adalah tindakan kasar dan nyeleneh. "Tindakannya itu mempermalukan perguruan tinggi," kata Sahol seperti dikutip brilio.net dari Harian Metro, Senin (18/5).

Sahol, menuturkan sebelum profesi wisuda, mahasiswa sudah diberi penjelasan singkat tentang pedoman sebelum dan sesudah memasuki aula, termasuk peringatan tentang mengambil foto selfie di atas panggung.

"Dia seharusnya menghormati prosesi upacara dan dosen. Ini adalah kebiasaan yang penting, apalagi acara seperti ini banyak diperhatikan publik," kata Sahol.

Muhammad Hasrul Haris Mohd Radzi, mahasiswa yang ditunda kelulusannya, mengaku meminta maaf atas kecerobohannya tersebut. Ia mengatakan tindakan selfie bersama petinggi kampus, Tan Sri Dr Arshad Ayub, itu muncul secara tiba-tiba sebagai ekspresi kegembiraan atas kelulusannya.

"Saya tidak bisa mengendalikan kegembiraan setelah menerima ijazah," ungkap Hasrul Haris.

Haris menambahkan bahwa dia tidak menyadari jika selfie dilarang oleh universitas. Namun Sahol mengatakan bahwa insiden serupa sudah kedua kalinya terjadi dan pihak universitas telah mengambil tindakan yang sama, yaitu dengan menunda pemberian gelarnya.

"Saya berharap hal ini akan menjadi pelajaran untuk semua siswa sehingga insiden yang sama tidak akan terjadi lagi," terang Sahol.

 

Indonesiaamanah.com - Maraknya peredaran beras plastik dari china sungguh mengkhawatirkan, apalagi dari segi bentuk jika dilihat secara kasat mata sama persis dengan beras asli. Tentunya hal ini bisa menyebabkan kerugian baik secara finansial maupun secara kesehatan karena beras plastik ini jelas jelas sangat membahayakan. Karenanya dibawah ini akan di sampaikan cara menguji beras itu plastik atau bukan dengan sangat sederhana.

Alat sederhana itu berupa satu gelas plastik air mineral. Dikutip dari nasional.kontan.co.id yang memberitakan razia beras plastik di Surabaya, petugas memasukkan sampel beras pedagang dari beberapa kios ke gelas plastik berisi air itu. "Jika berasnya mengambang, kemungkinan besar mengandung bahan plastik. Jika tenggelam, dipastikan tidak mengandung plastik," kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Endang Wahyuningsih.

Uji sederhana ini bisa dilakukan masyarakat untuk memastikan apakah beras yang akan dikonsumsi mengandung plastik atau tidak. "Kalau untuk memastikan, tentunya harus dilakukan uji laboratorium khusus," kata dia

Dari Pasar Bendul Merisi dan Pasar Wonokromo yang disidak bersama Polrestabes Surabaya, Bulog, dan Dinas Pertanian, belum ditemukan sampel beras berbahan plastik. Sidak akan diteruskan ke sejumlah pasar tradisional di Surabaya maupun di luar Kota Surabaya.

Beras sintetis berbahan campuran plastik sebelumnya ditemukan beredar di Bekasi, Jawa Barat. Polisi setempat sempat menutup sebuah kios penjual beras yang dipastikan berbahaya jika dikonsumsi itu.
Menurut pengakuan pemilik kios, beras itu didapat dari seorang distributor beras di Karawang dengan harga Rp 8.000 per liter.

 

Indonesiaamanah.com - Tak hanya bercerita tentang Pesawat dan IPTN, Pak Habibie juga sampaikan bahwa yang meminta IPTN ditutup adalah IMF. Sebagai salah satu syarat pinjaman dari IMF adalah dengan menutup IPTN. Saat itu pak Habibie sudah berusaha untuk negosiasi bagaimana bila IPTN jangan ditutup, nanti akan diusahakan mencari modal dengan cara meng-IPO-kan IPTN. Tetapi dengan seribu satu alasan (istilah pak Habibie), IMF tetap menginginkan IPTN untuk ditutup.

Kemudian sedikit revisi, bahwa pak Habibie adalah generasi keempat (bukan kedua) yang dikirimkan Pak Soekarno keluar negeri untuk menguasai teknologi pesawat terbang. Sudah banyak investasi yang dikeluarkan oleh Negara untuk menguasai teknologi tersebut, tetapi di-"bubarkan" begitu saja. Padahal teknologi dirgantara adalah teknologi masa depan.

Sekedar informasi, bahwa CN250 Gatot Kaca adalah pesawat tercanggih pada zamannya karena adalah satu-satunya pesawat yang sudah menerapkan teknologi "Fly by Wire" pada tahun 1995 (untuk diketahui, Boeing dan Airbus baru menerapkan Fly by Wire mungkin sekitar tahun 2000an). Inilah hasil kecerdasan orang-orang pribumi. Sudah terbang 900 jam, tinggal 100 jam lagi (=1000 jam) maka berhak mendapatkan sertifikasi laik terbang dari FAA. Tapi justru yang tinggal 100 jam lagi tersebut, IPTN terlanjur dibubarkan oleh pemerintah saat itu. Para insinyur insinyur yang pintar lantas dikirimkan oleh pak Habibie untuk kerja di Boeing dan Airbus. Tentu saja dengan rekomendasi Pak Habibie (sebagai penemu "teory of crack" sayap pesawat terbang), seluruhnya diterima dan tentu saja dengan gaji yang jauuuuuh lebih tinggi.

Kemudian pak Habibie bilang, bila saja saya diberikan oleh pemerintah dana sebesar USD 500 Juta, maka saya akan panggil seluruh insinyur insinyur pribumi yang bekerja diluar negeri untuk kembali membangun IPTN. Karena bagi mereka, saya adalah ayah mereka, dan mereka sudah tidak lagi mengejar kekayaan.

-----

Sebenarnya banyak cerita lainnya tetapi tidak mungkin saya jelaskan seluruh disini. Ketika acara selesai, dan Pak Emirsyah memberikan plakat miniatur pesawat B737-800NG (Boeing), pak Emir bertanya bagian mana saja dari pesawat ini yang merupakan teknologi hasil sumbangsih pak Habibie. Pak Habibie menyentuh bagian ekor pesawat dan kedua sayap pesawat. Kita semua tersenyum, ternyata pesawat Boeing B737-800NG yang selama ini kita beli dari asing, ternyata menggunakan teknologi pribumi.

Kind Regards,

Indra Putra
WM-57

 

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai "balasan" pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).
Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.
N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

"Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!" beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata "Dik" kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................

"Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara.

Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan 'how to build commercial aircraft' bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan 'teknologi' berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin!

Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami 'Dutch Roll' (istilah penerbangan untuk pesawat yang 'oleng') berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi 'Fly by Wire' bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri 'apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?'

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!"
Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan "track ball atau touch pad" sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................
N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

"Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia".

"Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!

Itu saja!"
Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

"Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik.................."
Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

"Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................"
Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

"Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat 'Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............' mereka bilang 'Kita (para dokter) harus tolong Habibie'.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............
Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................"
Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

"Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan.

Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia"
Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

"Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya.

Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.
Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif..................."
(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Novianto Herupratomo
Di tulis saat kunjungan BJ.Habibie ke Garuda.
Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

 

Indonesiaamanah.com - Pada suatu pesta, seorang teman sebutlah namanya Vera tiba-tiba tersandung dan jatuh. Ia meyakinkan semua orang bahwa dia baik-baik saja, hanya tersandung batu karena sepatu yang baru. Vera terus bersenang-senang sepanjang malam. Beberapa waktu berselang, suaminya menelpon bahwa isterinya dibawa ke Rumah Sakit dan Jam 6 pagi meninggal dunia. Dan yang mengejutkan Isterinya ternyata terkena serangan stroke saat pesta. Inilah bahayanya stroke yang bisa menimpa kita kapan saja, nah kalau saja di antara tamu tamu pesta tadi ada yang tahu bagaimana mengenali stroke, kemungkinan Vera masih bisa diselamatkan.

Seorang Neurolog menyatakan bahwa penderita stroke dalam 3 jam pertama serangan dapat sembuh total sama sekali. Inilah yang kadang kita tak tanggap atas serangan stroke ini. Karenanya jika kita dengan cepat dapat mengenali gejala, mendiagnosa dan membawa pasien untuk pengobatan kepada dokter yang ahli sesegera mungkin. Jangann lewat dari 3 jam, karena dapat terjadi kerusakan permanen.

Oleh karena itu kami menghadirkan CARA MENGENALI STROKE dengan sederhana yakni Ingat 3 langkah "STR", sehingga orang terdekat dapat mengenali stroke dengan menanyakan 3 pertanyaan sederhana seperti ini :

S: SMILE. Yakni minta penderita untuk tersenyum, jika pipi miring penderita maka ada gejala kelumpuhan saraf.

T : TALK. Yakni minta orang tersebut untuk berbicara kalimat singkat, misal minta penderita untuk mengatakan Hari ini cerah, atau apa saja. Jika penderita mengatakan pelo,maka ini merupakan gejala stroke.

R : RAISE BOTH ARMS. Yakni Mengangkat kedua lengan. Jika penderita tidak bisa mengangkat kedua tangan, artinya ada gejala kelumpuhan akibat stroke.

Nah Jika ada salah satu gangguan dalam melakukan "STR" ini, maka segeralah untuk memanggil ambulans dan ceritakan keadaan ini kepada petugas.

Selain itu ada cara lain untuk mengenali stroke adalah : Minta penderita tersebut untuk menjulurkan lidahnya. Jika "bengkok" menyimpang ke satu arah, ini juga merupakan suatu tanda dari stroke.
Inilah beberapa cara sederhana untuk mengenali gejala stroke dan semoga bisa dijadikan sebagai pengetahuan dasar yang sederhana sehingga suatu hari nanti jika ada yang membutuhkan kita bisa mempraktekkannya.

 

Hari ini puluhan ribu Umat Islam di Solo mengadakan parade tauhid yang spektakuler, megah dan kondusif. Mungkin dalam kurun waktu 1 dasawarsa terakhir, hari ini lah pawai massal yang sungguh besar dari kalangan ummat islam dengan suasana yang sangat menyejukkan tentang peringatan Isra Mikraj dan dalam momentum menyambut bulan suci Ramadhan.

Parade tauhid juga mampu menunjukkan kepada publik bahwa islam sesungguhnya adalah sejuk, ia hadir tanpa memberi kesan yang menyeramkan seperti propaganda yang ingin menyamakan islam sama dengan teroris. Hari ini puluhan ribu ummat Islam hadir dengan kegembiraannya dan tetap dengan suasana toleransi sejuk.

Yang mengharukan, dalam event parade tauhid ini, dipenghujung acara tiba-tiba panitia mengumumkan kedatangan rombongan 3 kereta dari keraton Surakarta yang dipimpin oleh Gusti Puger, (padahal beliau tidak diundang) kemudian panitia mempersilahkan beliau untuk berorasi selama 1 menit. Dalam orasinya Gusti Puger menegakkan kalimat tauhid, meminta dukungan kepada seluruh muslimin untuk bisa mengembalikan keraton Surakarta kepada tauhid dan bebas dari segala kesyirikan...

Semakin menambah luar biasa acara parade tauhid ini adalah kebersamaan dan persatuan ummat islam yang menyatu dalam satu kalimat tauhid, hal ini bisa dilihat lautan massa bersatu berjalan seiring dengan beragam identitas ormas masing masing dan mereka di persatukan oleh kesejatian Tauhid dan secara simbol spanduk putih bertuliskan Tauhid yang dibentangkan oleh peserta parade ini yang sungguh sangat panjang, semakin menunjukkan sebuah nilai bahwa persatuan ummat ini terjadi saat tauhid yang menjadi panduan dalam segenap aktivitas dalam kehidupan ini.

Bahwa yang dimaksud dengan segenap aktivitas kehidupan adalah artinya Islam sesungguhnya mengatur mulai dari hal yang terkecil misal Islam mengatur mulai dari masuk ke toilet sampai Islam masuk ke istana negara (baca politik). Saat Islam mampu kompak untuk menyambut Ramadhan dan melakukan konsolidasi untuk menggerakkan ummat, seperti hadirnya parade tauhid ini, tapi mengapa ummat islam sangat kesulitan jika dihadapkan pada menghadirkan pemimpin yang bertauhid?

Dalam catatan saya, setidaknya dalam level nasional pemimpin Islam baru mampu menyatukan visi dalam visi kenegaraan dan visi pemerintahaan dengan terlibat dalam mekanisme politik baru dua kali. Pertama saat aspirasi politik ummat islam dalam pemilu pertama di helat dengan membentuk wadah politik yang bernama Masyumi. Masyumi ini adalah kesepakatan pemimpin islam saat orde lama yang pada akhirnya menempatkan islam menjadi kekuatan inti saat itu dan sampai detik ini perolehan suara masyumi tempo dulu belum bisa ada yang mengalahkan oleh partai partai peserta pemilu saat ini walalupun suara partai politik islam dikumpulkan tetap belum mampu dikalahkan. Inilah yang saya maksud dahsyatnya jika pemimpin islam bersatu dalam visi mencari pemimpin yang bertauhid. Artinya Masyumi menjadi kekuatan politik dan mampu secara langsung menjadi tulang punggung bernegara.

Momentum kedua adalah saat pemimpin islam secara kompak mengusung KH.Abdurrahman Wahid atau Gusdur menjadi presiden. Tentu kita masih ingat bagaimana poros tengah yang digagas oleh Amien Rais mampu mengalahkan kebuntuan politik nasional saat memilih pemimpin nasional. Poros tengah adalah cerita tentang pengalaman keikhlasan dari elit pemimpin islam, bagaimana Amien Rais tokoh Muhamadiyah sekaligus pendiri PAN yang akhirnya mengusulkan GUS DUR jadi alternatif Presiden, dan juga bagaimana Yusril Ihza Mahendra Pendiri PBB yang ikhlas dengan mengundurkan diri jadi calon presiden agar suara partai islam bersatu mendukung GUSDUR menjadi presiden. Hasilnya Poros Tengah yang hanya diiisi oleh partai kecil dan menengah mampu mengantarkan Gusdur menjadi presiden.

Inilah dahsyatnya saat para pemimpin Islam menyatukan visinya, bahwa Islam sejatinya harus bersatu tak hanya tentang soal penghayatan menghadapi bulan bulan suci ramadhan atau hari hari besar islam lainnya, tapi perlu juga terus bersatu untuk menjadi tulang punggung negara ini dengan menyatukan visi kenegaraannya dan visi peradabannya.

Apalagi momentum pilkada serentak yakni mekanisme lahirnya pemimpin atau kepala daerah yang akan diselenggarakan akhir tahun ini di seluruh Indonesia nampaknya harus menjadi momentum bersatunya pemimpin Islam dalam satu visi besar yakni menghadirkan PEMIMPIN BERTAUHID.

Jadi Pemimpin Bertauhid adalah pemimpin yang benar benar menjaga amanahnya, pemimpin yang membawa rakyatnya sejahtera, pemimpin yang menghadirkan solusi pekerjaan dengan halal dan bermartabat bukan menjerumuskan rakyatnya dengan dengan melegalkan prostitusi dan minuman keras, pemimpin yang memberikan contoh teladan sejati bukan sekedar pencitraan, dan pemimpin yang orientasinya adalah menjadikan kekuasaaanya adalah sarana untuk membawa rakyatnya pada suasana religiusitas menuju Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sungguh saya bermimpi parade tauhid di Solo ini tak berhenti disini saja, pawai dan setelah itu selesai, tapi ini adalah sesungguhnya sebagai awalan untuk mewujudkan persatuan ummat menuju sebuah perwujudan visi besar MENCARI PEMIMPIN BERTAUHID.

Dan Solo nampaknya yang harus menjadi pionir untuk mewujudkan visi besar ini!

Muhammad Ikhlas Thamrin
Penggagas Gerakan Indonesia Amanah

 

Indonesiaamanah.com- tentang cangkang telur yang mungkin banyak yang belum mengetahui informasi manfaatnya, kali ini kami mengabarkan tentang manfaat dari cangkang telur. Memang cangkang telur ini banyak manfaatnya sebut saja selain untuk penambah campuran pupuk organik, banyak yang juga memanfaatkannya sebagai media pengrajin untuk dijadikan hiasan.

Kebiasaan umum yang sering dilakukan banyak orang setelah makan telur matang adalah langsung membuang kulitnya di tempat sampah. Padahal tanpa disadari, cangkang telur memiliki 90% sumber kalsium murni yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Sumber kalsium yang ada pada cangkang telur secara kimiawi hampir mirip dengan kalsium yang membentuk tulang dan gigi manusia. Karena kesamaan kimiawi ini, kalsium dari cangkang (kulit) telur mudah diserap ke dalam tubuh dan membantu banyak aspek kesehatan kita. Kulit telur juga merupakan sumber besar dari mineral – mineral lain, seperti zat besi, zink, copper, mangan, florin, fosfor, kromium dan molybdenum.

Jadi bagaimana cangkang telur bisa meningkatkan kesehatan tubuh kita? Kandungan kalsium tidak hanya memperkuat tulang, tetapi juga membantu sumsum tulang dalam memproduksi sel darah yang lebih banyak dan lebih sehat. Kalsium juga membantu pencegahan osteoporosis (pengeroposan tulang). Tidak hanya itu saja, kalsium telah terbukti menurunkan kolesterol dan membantu menurunkan tekanan darah juga.

Untuk mendorong kesehatan yang baik secara keseluruhan, Anda bisa mengambil lima butir cangkang telur dan kemudian menumbuknya menjadi butiran bubuk – bubuk yang halus. Tambahkan bubuk telur tersebut kedalam 3 liter air air bersih, dan simpan ke dalam lemari es selama seminggu untuk melarutkan cangkang telur. Anda juga bisa menambahkannya dengan sedikit jus lemon sebagai penambah rasa. Minumlah campuran tersebut minimal 1 gelas setiap hari.

Campuran kulit telur dan jus lemon juga dapat menunjang kesehatan lambung dan kelenjar tiroid. Untuk membantu mengobati bisul – bisul dan meningkatkan kesehatan pencernaan, anda bisa menambahkan bubuk telur kedalam susu panas yang akan anda minum. Dalam setiap situasi dimana anda memerlukan lebih banyak kalsium, kulit telur adalah sumber kalsium alami yang cocok dengan kalsium yang ada di dalam tubuh kita.

Sumber : kuncitips.com

 

Tokoh

indonesiaamanah.com