SEDIH, MOBIL LISTRIK KARYA ANAK MUDA INDONESIA DI PIDANA, DI NEGERI TETANGGA JUSTRU DIKEMBANGKAN

  01 September 2015
Rate this item
(0 votes)

Indonesiaamanah.com- Sungguh sangat menyedihkan, begitulah kira kira potret buram penghargaan terhadap anak bangsa yang memiliki inovatif. Masih ingat mimpi Dahlan Iskan memproduksi mobil listrik karya anak bangsa, dan untuk mewujudkan mimpinya, Dahlan Iskan melobi anak anak muda Indonesia yang masih berkarya di luar negeri untuk pulang ke Indonesia dan mengembangkan mobil listrik.

Hingga akhirnya saat anak anak muda itu pulang ke tanah air di tengah kemapanan karier dan materi di luar negeri, Mimpi Indonesia mampu memproduksi mobil listrik segera terwujud. Tak butuh waktu lama, prototype mobil listrik benar benar terwujud...sungguh mengagumkan!

Tapi apa yang terjadi selanjutnya, saat uji emisi mobil listrik tersebut tak lolos, di pihak lain bus transjakarta yang impor dari China yang sering terbakar justru lolos. Tak hanya itu, saat ini Dahlan Iskan menyandang status tersangka!

Kecewa! Itulah perasaan yang berkecamuk dalam hati anak anak muda inovatif Indonesia, salah satu adalah Ricky Elson yang menulis di status Facebooknya tentang nasib mobil listriknya. Bagaimana kisah selanjutnya berikut kami kutipkan dari Otosia.com :

Tak sedikit yang menyayangkan keputusan Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Sarjono Turin yang menyatakan bahwa proyek mobil elektrik milik Dahlan Iskan tak lolos uji emisi sehingga tak bisa diproduksi masal.

Kondisi tersebut harus membuat proyek mobil listrik 'Selo' berhenti, setidaknya sampai dalam waktu kurang dari 24 jam yang lalu sebelum berita ini disusun, sebuah situasi yang miris sekaligus membuat hati pilu mucul dari status pengomando proyek mobil elektrik 'Selo', yakni Ricky Elson di status facebooknya.

Secara tidak langsung, Ricky menyampaikan bahwa mobil elektrik yang punya model seperti supercar Eropa tersebut terpaksa akan diakuisisi oleh negara tetangga. Tanpa menyebut negara mana, Ricky Elson menyebutnya dengan inisial 'M'.

Ricky Elson menyampaikan bahwa sebetulnya merupakan satu langkah kelanjutan dari yang didapatnya 8 bulan sebelumnya. Dan Ricky baru mendapat kabar akan perkembangan keterlibatan beberapa pihak tersebut beberapa waktu belakangan ini.

Hal ini sudah pasti membuat banyak pihak merasa ironis termasuk Ricky Elson sendiri. Di dalam kolom komen-pun sudah banyak rekan-rekan Ricky ikut berujar bagaimana sungguh disayangkan, bahwa proyek ini harus diselesaikan dan kemudian mendapat nama di negeri orang daripada di negeri sendiri.

Tak lupa bahwa Ricky juga menyampaikan bahwa proyek ini harus diselesaikan, dan dirinya beserta tim harus tetap menghasilkan karya. Duh Otolovers, masa iya mobil buatan tangan anak Indonesia harus pakai merk negara lain sih?

 

Leave a comment

Tokoh

indonesiaamanah.com